BERTUAHPOS.COM — Peneliti BRIN mengembangkan limbah ampas kopi sebagai bahan baku kemasan pangan ramah lingkungan. Film komposit berbasis kitosan dan ampas kopi Gayo ini memiliki sifat antibakteri sekaligus melindungi dari radiasi ultraviolet.
Postdoctoral Pusat Riset Kimia Molekuler BRIN, Haya Fathana, memaparkan plastik konvensional masih mendominasi industri pangan namun menimbulkan masalah lingkungan. Penelitian ini menawarkan material alternatif yang bersifat biodegradable dan berkinerja baik.
“Oleh sebab itu, diperlukan material alternatif yang ramah lingkungan dan berkinerja baik. Kitosan sebagai biopolimer berpotensi digunakan karena bersifat biodegradable, biokompatibel, dan mampu membentuk film,” ujar Haya dalam Webinar Jejak Kimia Molekuler, Kamis, 16 Juli 2026.
Haya memanfaatkan ampas kopi Gayo yang kaya selulosa, hemiselulosa, lignin, dan polifenol. Kandungan tersebut meningkatkan kekuatan mekanik, stabilitas termal, sifat hidrofobik, dan aktivitas antioksidan material komposit.
Penelitian ini juga menambahkan nanopartikel ZnO untuk meningkatkan sifat antimikroba. Kombinasi kitosan, lignoselulosa ampas kopi, dan ZnO menghasilkan film yang homogen tanpa retakan.
“Hasil penelitian menunjukkan film komposit yang dikembangkan berhasil terbentuk secara utuh dan fleksibel. Penambahan ampas kopi Gayo menghasilkan perubahan warna kecokelatan sebagai indikasi keberadaan partikel lignoselulosa,” jelas Haya.
Karakterisasi material memperlihatkan interaksi antarmolekul antara kitosan, komponen lignoselulosa, dan nanopartikel ZnO. Kombinasi ini meningkatkan kekuatan mekanik, memperbaiki sifat hidrofobik, serta mengurangi permeabilitas uap air.
“Film komposit tersebut juga menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Kombinasi limbah ampas kopi Gayo dan ZnO menghasilkan efektivitas penghambatan mikroba yang paling tinggi,” papar Haya.
Kemampuan film dalam menghalangi radiasi ultraviolet juga meningkat dibandingkan kitosan murni. Hal ini membuka potensi pengembangan kemasan pangan aktif atau active packaging.
“Pemanfaatan ampas kopi Gayo memberi nilai tambah limbah sekaligus mendukung ekonomi sirkular melalui kemasan pangan berkelanjutan. Penelitian ini membuka peluang pemanfaatan biomaterial lokal untuk inovasi kemasan pangan masa depan,” kata Haya.









