BERTUAHPOS.COM — Iran bakal dapat dana segar senilai US$300 miliar atau sekitar Rp5 kuadriliun untuk kebutuhan rekonstruksi ekonominya. Namun, tawaran besar itu datang dengan syarat yang tidak ringan dari Amerika Serikat (AS).
Wakil Presiden AS JD Vance menegaskan hal tersebut dalam wawancara dengan CBS News yang dikutip Sputnik, dikutip Selasa, 16 Juni 2026. Ia menyebut dana itu akan disalurkan melalui koalisi negara-negara Teluk, bukan langsung dari pemerintah AS.
“Kami sepenuhnya terbuka dengan langkah negara-negara Teluk untuk berinvestasi dalam rekonstruksi di Iran,” ujar Vance. “Asalkan Iran mengakhiri program nuklirnya, menghilangkan uranium yang diperkaya, dan terbuka sepenuhnya terhadap pengawasan internasional.”
Menurut Vance, ketiga syarat itu bersifat mutlak. Transparansi nuklir Iran dinilainya krusial demi menjamin keamanan nasional AS dan stabilitas kawasan.
Pernyataan Vance mengonfirmasi laporan kantor berita semi-resmi Iran, Mehr, yang sebelumnya menyebut adanya draf nota kesepahaman (MoU) perdamaian. Dokumen itu menyebutkan AS dan sekutunya berkewajiban menjamin pemulihan ekonomi Iran dengan nilai minimal US$300 miliar.
Menurut laporan CBS News, kesepakatan ini dipandang sebagai titik balik strategis dalam hubungan kedua negara. Jika terwujud, ini berpotensi mengakhiri isolasi ekonomi Iran sekaligus meredam ambisi nuklir Teheran yang selama ini menjadi sumber ketegangan di Timur Tengah.
Tawaran dana rekonstruksi sebesar itu tergolong langka dalam sejarah diplomasi AS-Iran. Selama beberapa dekade, ekonomi Iran menanggung beban berat akibat sanksi internasional yang memicu anjloknya nilai tukar mata uang dan inflasi tinggi.









