BERTUAHPOS.COM — Harga emas dunia melonjak lebih dari 1 persen pada perdagangan Jumat, 26 Juni 2026, namun tetap menutup pekan dengan catatan kerugian.
Penguatan dolar Amerika Serikat yang dipicu spekulasi kenaikan suku bunga Federal Reserve menjadi aktor utama yang membayangi kilau logam mulia ini.
Melansir data dari Investing.com pada Sabtu, 27 Juni 2026, harga emas di pasar spot meroket 1,6 persen dan bertengger di level USD4.090,26 per ons. Harga emas berjangka juga ikut berpesta dengan kenaikan 1,4 persen ke posisi USD4.103,00 per ons.
Sayangnya, reli harian ini belum cukup menyelamatkan performa mingguan harga emas dunia.
Emas spot tetap mencatat kerugian mingguan sebesar 1,7 persen dan sudah mengalami penurunan selama empat minggu berturut-turut, sementara emas berjangka harus merelakan penurunan 3,3 persen.
Para pelaku pasar logam sepanjang pekan ini memasang fokus penuh pada prospek kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat.
Sinyal yang beragam dari data ekonomi Negeri Paman Sam serta pergerakan harga minyak mentah turut menciptakan ketidakpastian arah pasar.
Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi atau PCE inti untuk bulan Mei, yang selama ini dijadikan acuan inflasi favorit The Fed, mengalami kenaikan tipis.
Angka ini naik baik secara bulanan maupun tahunan dan sesuai dengan ekspektasi para ekonom dan analis.
Kenaikan tahunan PCE inti tercatat sebesar 3,4 persen, menjadi yang tertinggi sejak Oktober 2023. Peningkatan PCE utama juga tidak meleset dari perkiraan pasar dan mencatatkan level tertinggi sejak April 2023.
Meskipun angka inflasi tahunan tampak tinggi, para pengamat kebijakan moneter justru bereaksi dengan sedikit mengurangi peluang kenaikan suku bunga The Fed tahun ini.
Mereka menambah taruhan agar bank sentral mempertahankan suku bunga tetap stabil dalam waktu dekat.
Sikap pasar yang mulai melunak ini didorong oleh keyakinan bahwa laporan PCE Mei merupakan puncak dari tekanan harga.
Harga minyak yang telah turun dengan cepat sepanjang pekan ke level sebelum pecahnya konflik Timur Tengah ikut meredakan kekhawatiran inflasi yang sempat membara.









