BERTUAHPOS.COM — Antam resmi memangkas rasio pembayaran dividen (Dividend Payout Ratio/DPR) dari 100% pada tahun buku 2024 menjadi 70% pada tahun buku 2025. Perusahaan menyatakan keputusan ini merupakan bagian dari strategi perseroan dalam membiayai sejumlah proyek pengembangan usaha ke depan.
Direktur Komersial PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), Handi Sutanto, mengakui adanya penurunan rasio dividen tersebut. Namun ia menegaskan, secara nominal dividen justru naik dari Rp3,6 triliun menjadi Rp5 triliun.
Handi menyebut, pemotongan rasio ini merupakan bagian dari upaya Antam membangun fondasi bisnis yang lebih kuat. Sebagian laba sengaja ditahan untuk mendanai proyek-proyek strategis yang menjadi tumpuan pertumbuhan perusahaan ke depan.
“Kami sedang membangun masa depan Antam lagi dengan proyek-proyek yang kami miliki hari ini. Maka itu, dividennya walaupun angka nominalnya naik, ada sebagian yang kami simpan untuk membiayai proyek-proyek pengembangan usaha yang mana menjadi masa depan Antam ke depannya,” ujar Handi dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Rabu malam, 10 Juni 2026.
Salah satu proyek yang menjadi alasan Antam menahan sebagian labanya adalah ekosistem baterai kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) di Kawasan Artha Industrial Hills (AIH), Karawang, Jawa Barat. Proyek ini bernilai US$5,6 miliar atau setara Rp100 triliun (asumsi kurs Rp17.970 per US$) dan diproyeksikan berdampak positif bagi kinerja saham ANTM dalam jangka panjang.
Dalam proyek jumbo tersebut, Antam menggandeng anak usahanya, Indonesia Battery Corporation (IBC), serta konsorsium Hongkong CBL Ltd. (HKCBL). HKCBL merupakan anak usaha dari PT Ningbo Contemporary Brunp Lygend (CBL) Co. Ltd., yang berada di bawah naungan raksasa baterai EV asal China, Contemporary Amperex Technology Co., Limited (CATL).
Selain proyek strategis, efisiensi operasional turut menjadi pertimbangan Antam dalam memotong rasio dividen. Handi menegaskan, Antam akan terus mengoptimalkan portofolio bisnis dan menjaga disiplin dalam pengelolaan biaya serta investasi.
Semua langkah efisiensi itu diarahkan agar perusahaan mampu menghasilkan profitabilitas yang lebih besar, selaras dengan transformasi yang tengah dijalankan perseroan. “Jadi, kami perkuat fondasi sehingga kami siap untuk melangkah dan berlari lebih jauh lagi mencapai hasil yang lebih maksimal bagi pemegang saham,” sambungnya.
Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Antam untuk tahun buku 2025, perusahaan yang tergabung dalam BUMN Holding Industri Pertambangan MIND ID ini menetapkan dividen tunai sebesar Rp5,04 triliun atau Rp210 per lembar saham.
Angka itu menggambarkan 70% dari total laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp7,2 triliun, sementara Rp2,16 triliun atau 30% sisanya ditetapkan sebagai saldo laba ditahan.









