BERTUAHPOS.COM — Pemerintah menghadapi ujian besar mempertahankan momentum swasembada pangan dalam RAPBN 2027 di tengah melonjaknya kebutuhan pembiayaan. Kementerian Pertanian mengusulkan penambahan pagu hingga Rp22,43 triliun untuk mempercepat target produksi dan hilirisasi.
Presiden Prabowo Subianto mengklaim produksi pangan nasional saat ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Cadangan beras pemerintah melonjak tajam hingga lebih dari 5,3 juta ton dan memaksa penyewaan gudang-gudang tambahan.
“Produksi kita tertinggi selama sejarah Republik Indonesia. Cadangan yang ada di gudang-gudang kita, di gudang pemerintah, tidak cukup. Kita harus sewa gudang-gudang lain. Sekarang kita punya cadangan lebih dari 5,3 juta ton,” ujar Prabowo, dikutip dari Bisnis.com, Jumat, 7 Agustus 2026.
Di balik klaim keberhasilan itu, Kementan mengusulkan pagu anggaran 2027 naik dari Rp23,23 triliun menjadi Rp45,65 triliun. Tambahan ini dialokasikan untuk peningkatan produksi komoditas strategis, hilirisasi perkebunan, pengembangan peternakan, hingga modernisasi alat mesin pertanian.
Alokasi tambahan terbesar diusulkan untuk Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian sebesar Rp5,04 triliun. Disusul Ditjen Lahan dan Irigasi Pertanian Rp3,55 triliun, Ditjen Perkebunan Rp3,27 triliun, dan Ditjen Hortikultura Rp3,02 triliun.
“Pangan bukan sekadar kebutuhan dasar, melainkan isu strategis yang menentukan keberlangsungan hidup matinya suatu bangsa. Kementerian Pertanian ditugaskan segera meningkatkan produksi komoditas pangan strategis yang selama ini masih bergantung pada impor,” ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Pada 2026, pemerintah mengalokasikan anggaran ketahanan pangan sebesar Rp164,4 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp114,1 triliun digunakan untuk mendukung produksi melalui subsidi pupuk, pembangunan bendungan, jaringan irigasi, cetak sawah, dan bantuan benih.
Sebanyak Rp6,4 triliun dialokasikan untuk menjaga keterjangkauan harga pangan. Sementara Rp29,9 triliun digunakan memperkuat distribusi dan cadangan pangan, termasuk pembiayaan stok Bulog hingga 3 juta ton.
Program Makan Bergizi Gratis kini telah menjangkau sekitar 62,4 juta penerima setiap hari. Pemerintah juga menargetkan swasembada gula putih pada 2027 di tengah kendala 70 hingga 80 persen tanaman tebu yang merupakan ratoon tua tidak produktif.
Pidato RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan dijadwalkan disampaikan Presiden Prabowo di gedung MPR/DPR pada 14 Agustus 2026. Pidato tersebut akan menjadi penentu arah kebijakan fiskal sekaligus memberi gambaran seberapa besar prioritas anggaran untuk memperkuat ketahanan pangan.
“Sesuai arahan Bapak Presiden, Kementan ditugaskan segera meningkatkan produksi komoditas pangan strategis yang selama ini masih bergantung pada impor. Tambahan anggaran diperlukan untuk mempercepat pencapaian target produksi sekaligus memenuhi sasaran RPJMN 2025-2029,” kata Amran.









