• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 3, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Penerimaan Mahasiswa Baru PTN Berpotensi Matikan Perguruan Tinggi Swasta

Pedrianto by Pedrianto
9 Juli 2026
Penerimaan Mahasiswa Baru PTN Berpotensi Matikan Perguruan Tinggi Swasta

Foto: Ilustrasi / Bertuahpos

145
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Kebijakan penerimaan mahasiswa baru Perguruan Tinggi Nasional (PTN) yang terus meningkat tanpa pengaturan proporsional dinilai, berpotensi mematikan perguruan tinggi swasta.

Menurut Rektor Universitas Paramadina Prof. Didik J. Rachbini,  PTS memiliki kontribusi besar dalam mencerdaskan bangsa. Ribuan kampus swasta yang didirikan masyarakat merupakan wujud partisipasi publik menjalankan amanat konstitusi.

“Peran masyarakat, NU, Muhammadiyah, dan Gereja dalam pendidikan tinggi tidak boleh diabaikan. Itu semua adalah partisipasi anak bangsa dalam mengemban amanat UUD 1945,” ujar Didik dalam keterangannya kepada Bertuahpos, dikutip Kamis, 9 Juli 2026.

Namun, kebijakan pemerintah belum memberikan ruang setara bagi PTS. Sejumlah PTN menerima lebih dari 20 ribu mahasiswa baru setiap tahun, setara dengan total mahasiswa di universitas ternama dunia.

Kondisi ini mencerminkan tidak adanya aturan yang menjaga keseimbangan ekosistem pendidikan tinggi. Jumlah mahasiswa nasional meningkat dari 2,9 juta pada 2022 menjadi 4,5 juta pada 2025, tetapi kenaikan itu lebih banyak terserap PTN.

“Penerimaan mahasiswa baru tanpa batas ini sudah banyak mematikan PTS. Tidak ada perlindungan negara yang memadai terhadap PTS yang merupakan inisiatif partisipasi masyarakat,” tegasnya.

Banyak PTS mengalami penurunan jumlah mahasiswa secara drastis dalam dua hingga tiga tahun terakhir. Sebagian terpaksa menghentikan operasional karena tidak mampu mempertahankan keberlangsungan institusi.

“PTN sekarang menjalankan peran pengajaran yang tidak jauh berbeda dengan kursus biasa. PTN akhirnya merusak diri sendiri, terjebak dalam pola belajar mengajar ala kursus, minus kualitas riset,” kata Prof. Didik.

PTN yang memperoleh dukungan APBN justru bergeser dari fungsi riset menuju orientasi peningkatan jumlah mahasiswa. Sementara PTS mengandalkan dana masyarakat dan yayasan.

Pembukaan kampus tambahan oleh PTN di kota-kota besar juga dinilai tidak berkaitan dengan peningkatan riset. Langkah itu lebih berorientasi pada peningkatan penerimaan mahasiswa baru.

“Saya kira ini kebijakan yang tidak adil. Negara harus hadir membangun ekosistem yang berkeadilan,” ujar Prof. Didik.

Dia menilai dukungan anggaran bagi PTS perlu diberikan secara proporsional. Jika PTN memperoleh pembiayaan negara sekaligus menghimpun dana masyarakat, PTS juga harus mendapat perlakuan setara.

“Dengan alokasi sumber daya yang tidak adil, sejatinya PTN tengah menindas PTS. Membiarkan ketidakadilan ini terus terjadi berarti negara telah melakukan praktik diskriminasi,” tutupnya.

Share4Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Pedrianto

Pedrianto


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke eMail: redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

KSBSI Riau Apresiasi Kinerja Herry Heryawan Usai Dipromosikan Jadi Kabaharkam Polri
Regional

KSBSI Riau Apresiasi Kinerja Herry Heryawan Usai Dipromosikan Jadi Kabaharkam Polri

...

Read moreDetails

Perluas Investasi ke Luar Negeri, Danantara Dirikan Anak Usaha di Hong Kong

Harga CPO Pekan Ini Diproyeksi Tertekan akibat Stok Melimpah

Dugaan Kerja Paksa, AS Tahan Produk Sawit 2 Perusahaan Indonesia

Spesifikasi Garmin CIRQA, Smart Band Pertama Garmin Tanpa Layar untuk Pantau Data Kesehatan

Spesifikasi Garmin CIRQA, Smart Band Pertama Garmin Tanpa Layar untuk Pantau Data Kesehatan

Rohid dan Gakkum Periksa 8 Perusahaan Sawit di Kuansing, Temukan Sejumlah Dugaan Pelanggaran Lingkungan

Honda Supra GTR 150, Motor Bebek Super Cub dengan Mesin DOHC, Cek Harga OTR!

Honda Supra GTR 150, Motor Bebek Super dengan Mesin DOHC, Cek Harga OTR!

Next Post
Peserta Antusias Ikut Meet and Greet Bersama Legenda Pebulutangkis Indonesia di Sela-sela Audisi Umum PB Djarum 2026

Peserta Antusias Ikut Meet and Greet Bersama Legenda Pebulutangkis Indonesia di Sela-sela Audisi Umum PB Djarum 2026

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.