BERTUAHPOS.COM,PEKANBARU – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Riau mengakui merasa terbebani dengan kebijakan tambahan cuti lebaran. Yang bikin pusing itu, karyawan yang tetap bekerja di hari tersebut terhitung lembur. Itu berarti, ada tambahan biaya harus dipersiapkan untuk itu.
“Kalau mereka bekerja di hari cuti lebaran yang ditetapkan pemerintah, tentu hitungannya lembur. Makanya dunia usaha sebenarnya keberatan dengan kebijakan ini. Sebab ini menyangkut masalah produksi,” kata Ketua Apindo Riau, Wijatmoko Rah Trisno, kepada bertuahpos.com.
Wijatmoko menjelaskan, untuk keputusan selanjutnya, Apindo Riau akan menunggu hasil pembahasan keputusan dari pemerintah, yang mana pada saat ini masih dalam tahapan revisi dan belum ada keputusan apapun. Dia menambahkan, libur (cuti) lebaran selama ini memang belum pernah dialami oleh pengusaha.Â
Sementara itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Rosan P Roeslani mengatakan Kadin memang sudah diajak duduk bersama untuk dimintai gambaran soal rencana pemerintah menerapkan cuti bersama Lebaran 2018.Â
Kementerian Koordinator Pembangunan Manusian dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani, sejauh ini memeberi merespon baik terhadap masukan yang diberikan para pelaku usaha.
“Sekarang sudah lebih responsif dan akan diumumkan minggu depan oleh pemerintah. Jadi mungkin seperti perbankan dan kliring itu tetap akan buka. Mungkin yang lain akan diumumkan secara langsung,” kata Rosan, seperti ditulis oleh republika.
Dia menambahkan, kaum pelaku usaha sudah siapkan diri untuk antisipasi libur lebaran yang sempat diumumkan beberapa waktu lalu. Tapi saat ada tambahan libur, tentusaja bikin pelaku usaha kelimpungan. Sebab dianggap jauh dari situasi tahun-tahun sebelumnya. (bpc3)









