• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 29, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Terjawab Sudah, Mengapa Kue Bika Selalu Dibuat dengan Daun Waru, Ini Penjelasan Pemilik Bika Talago

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
1 Oktober 2022
Kue Bika

Foto: Rifqi_Bertuahpos.

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Kue bika atau singgang adalah penganan tradisional berbahan dasar tepung beras dicampur kelapa parut dan gula. 

Kue ini dibuat dengan cara menyendokkan adonannya di atas sehelai daun Waru lalu dimasak dalam wajan tanah liat yang dikepung bara api. Api yang digunakan untuk memasak memakai sabut kelapa dan kayu manis.

Lantas, kenapa kue bika selalu dibuat dengan menggunakan daun waru?

Marianti, seorang penjual jajanan Kue Bika talago—salah satu cemilan khas ranah Minang, menjelaskan Bika Talago mungkin masih asing ditelinga masyarakat Pekanbaru, karena memang makanan ini asalnya dari Padang Panjang, Sumatera Barat. 

Nama Bika Talago ini berasal dari nama daerah yang namanya Talago makanya dinamakan Bika Talago. “Kue Bika ini dibuat dari bahan-bahan seperti tepung beras, kelapa, garam dan gula. Yang unik dari kue ini sendiri yaitu dialaskan dari daun waru,” katanya.

Marianti menjelaskan, kue bika memang selalu dibuat dengan menggunakan daun waru. Konon sejarahnya, kata dia, di zaman dahulu kala orang tua menggunakan daun waru dalam pembuatan bika supaya ada rasa dan wangi yang khas dari Bika tersebut. 

“Yang istimewa dari cara memasak Bika Talago ini yaitu dengan cara di oven menggunakan oven seperti mengeluarkan bara api, kata orang seperti bara api neraka. Untuk mengoven Bika ini tidak butuh waktu lama, cukup 5 menit saja kue Bika ini sudah bisa dinikmati,” ujarnya.

Dalam satu hari pembuatan Bika Talago ini menghabiskan 10 bungkus tepung beras atau sekitar 5 kilo. Untuk kelapa bisa menghabiskan 35 biji. Marianti biasanya mulai menjajakan jajanan bika ini sejak pagi hingga menjelang sore. Harganya cuma Rp2.000 per buah.

Untuk cetakan pembuatan Bika Talago ini menggunakan kaleng susu, dan dialaskan daun waru. 

“Omzet kita tidak menentu, kadang sampai sejuta per hari, itu paling sedikit. Kadang banyak juga orang yang memesan catering untuk acara perpisahan, acara kenduri, dan acara lainnya,” tuturnya.***[Rifqi]

Tags: bisnis kue bikacara bikin kue bikadaun waruKue bikaresep kue bika
Share5Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

No Content Available
Next Post

Hadapi Karo United, Mampukah PSPS Raih Kemenangan Perdana?

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.