• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 23, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Tak Hanya Kendaraan, B50 Mulai Diuji di Tambang, Kapal, dan Pembangkit

Pemerintah mulai uji biodiesel B50 di sektor tambang, kereta api, kapal, dan pembangkit listrik untuk memastikan kinerja sebelum diterapkan luas.

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
11 Februari 2026
Harga Biodiesel Naik, Bioetanol Turun pada September 2025

Harga Biodiesel Naik, Bioetanol Turun pada September 2025

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS — Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mulai menguji penerapan biodiesel B50 pada sejumlah sektor strategis, seperti pertambangan, perkeretaapian, kelautan, serta pembangkit listrik dan genset. Pengujian ini dilakukan untuk memastikan kinerja mesin dan keandalan operasional sebelum B50 diterapkan secara luas.

Uji lintas sektor tersebut dilaksanakan seiring dengan progres uji jalan kendaraan bermotor yang telah mendekati tahap evaluasi awal. Pemerintah menilai pengujian pada sektor pengguna energi berat penting untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai performa biodiesel B50 dalam berbagai kondisi kerja.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menyatakan pengujian B50 kini tidak lagi terbatas pada kendaraan bermotor. Pemerintah mulai memperluas cakupan uji coba ke sektor industri dan transportasi berat.

“Tambang sudah mulai di Kalimantan, lalu untuk perkeretaapian akan dilanjutkan setelah Lebaran,” ujar Eniya di Jakarta.

Pengujian di sektor pertambangan difokuskan pada penggunaan biodiesel B50 pada alat berat dengan beban kerja tinggi. Sektor ini dipilih karena mampu menggambarkan ketahanan bahan bakar dalam kondisi ekstrem serta penggunaan yang berlangsung terus-menerus.

Selain pertambangan, sektor perkeretaapian juga menjadi perhatian pemerintah karena membutuhkan bahan bakar yang stabil dan andal untuk operasional jangka panjang. Uji coba ini diharapkan dapat memastikan B50 tidak mengganggu performa mesin maupun jadwal layanan transportasi.

Pada sektor kelautan, pengujian dilakukan melalui uji statis pada mesin kapal. Langkah ini bertujuan memastikan kinerja mesin tetap optimal serta tidak menimbulkan gangguan teknis selama pengoperasian.

Sementara itu, sektor ketenagalistrikan juga masuk dalam tahapan uji B50. Pemerintah menguji penggunaan biodiesel ini pada genset dan pembangkit listrik guna menilai stabilitas pasokan energi dan efisiensi operasional.

“Kapal akan menjalani uji statis di Badan Geologi, sedangkan genset dan pembangkit listrik diuji secara statis di Lemigas,” jelas Eniya.

Hasil pengujian dari seluruh sektor tersebut akan dikompilasi sebagai bahan evaluasi kebijakan. Pemerintah menargetkan penerapan B50 dilakukan secara aman, terukur, dan berbasis data ilmiah.

Melalui pendekatan bertahap ini, pemerintah berharap kebijakan biodiesel B50 dapat mendukung ketahanan energi nasional sekaligus memperkuat pemanfaatan energi terbarukan secara berkelanjutan.***

Tags: industrinasional
Share5Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Organisasi Nelayan Kritik Kebijakan Perikanan Indonesia di SSF Summit Roma
Nasional

Organisasi Nelayan Kritik Kebijakan Perikanan Indonesia di SSF Summit Roma

...

Read moreDetails
Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Jumhur Hidayat Sebut Perdagangan Karbon Jadi Nggak Oke Jika Masyarakat Tidak Sejahtera

Jumhur Hidayat Sebut Perdagangan Karbon Jadi Nggak Oke Jika Masyarakat Tidak Sejahtera

Wamendagri Bima Arya: Masyarakat Adat Harus Jadi Subjek Utama Perumusan Kebijakan

Wamendagri Bima Arya: Masyarakat Adat Harus Jadi Subjek Utama Perumusan Kebijakan

Bapanas Siapkan 150.000 Ton Jagung SPHP untuk Tekan Biaya Pakan Peternak

Bapanas Siapkan 150.000 Ton Jagung SPHP untuk Tekan Biaya Pakan Peternak

Alasan Megawati Mengapa Indonesia Harus Contoh Iran

Alasan Megawati Mengapa Indonesia Harus Contoh Iran

Next Post
General Manager KHAS Pekanbaru Hotel, Putut Tri Aryobimo

Anniversary ke-10, KHAS Pekanbaru Hotel Gelar Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.