Sofjan Wanandi: Said Iqbal Hanya Punya Anggota 250.000 Orang Buruh

Selasa, 29 Oktober 2013 15:02

BERTUAHPOS.COM, JAKARTA – Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi meyakini aksi mogok nasional tahun ini tak akan sebesar tahun lalu. Alasannya karena para serikat buruh yang memiliki basis massa yang besar tak semuanya mendukung mogok nasional.

Menurut Sofjan, pernyataan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal berencana mengerahkan 3 juta tenaga kerja untuk melakukan mogok nasional tanggal 31 Oktober hingga 1 November 2013 tak beralasan. Padahal kenyataannya anggota KSPI di bawah pimpinan Said Iqbal tak sebanyak itu.

“Serikat pekerja di bawah kendali Andi Gani (KSPSI) dan Mudhofir (KSBSI) mereka memutuskan tidak akan ikut mogok dan tetap mau bekerja,” ungkap Sofjan Wanandi saat jumpa pers di Gedung Apindo, Permata Kuningan Jakarta, Selasa (29/10/2013).

Sebelumnya Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani memutuskan 3,7 juta anggotanya tetap bekerja dan memperjuangkan kepentingan buruh melalui forum dewan pengupahan. Hal yang sama juga disampaikan oleh Presiden Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Mudhofir.

Baca: Sepekan Kedepan Harga TBS Naik, Cek Harganya di Sini

Sehingga pada aksi mogok nasional nanti, hanya KSPI di bawah pimpinan Said Iqbal yang akan melakukan mogok nasional. Menurut Sofjan, jumlah anggota pekerja di bawah pimpinan Said Iqbal tidak terlalu banyak.

“Aksi pemanasan menjelang mogok nasional terlihat jauh lebih sedikit dibandingkan tahun lalu. Kalau di Said Iqbal itu hanya punya anggota 250.000 orang yang kebanyakan ada di Bekasi dan Batam dan dia itu radikal juga susah diajak bicara,” imbuhnya.

Sofjan mendesak agar serikat buruh bersikap fair melihat kondisi perekonomian Indonesia saat ini. Dengan melemahnya nilai tukar rupiah dan kenaikan bahan bakar serta listrik berdampak pada kinerja keuangan perusahaan.

“Semua akan senang kalau upah tinggi. Kita mengerti tetapi lihat kondisi perusahaan mampu nggak kita bersaing. Belum lagi inflasi yang tinggi dan naik harga BBM,” cetusnya.
(wij/hen/detik.com)