• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Proyek Tanggul Raksasa Lebih Menguntungkan daripada Selat Sunda.

Tim Redaksi by Tim Redaksi
26 Desember 2013
Share on FacebookShare on Twitter
BERTUAHPOS.COM, Jakarta -Pemerintah optimistis proyek tanggul raksasa atau giant sea wall yang akan dibangun di utara Jakarta banyak diminati investor. Bahkan proyek ini diklaim lebih menguntungkan daripada proyek Kawasan Strategis dan Infrastruktur Selat Sunda (KSISS) atau Jembatan Selat Sunda (JSS).
 
“Ini jauh lebih menguntungkan. Masa JSS swasta ada yang berani, terus kalau ini nggak ada. Nggak mungkin karena lebih menguntungkan,” kata Deputi Sarana dan Prasarana Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Deddy S. Priatna di kantornya, Jakarta, Selasa (24/12/2013)
 
Alasan Deddy, karena tanggul ini akan menampung 1,2 miliar kubik air bersih untuk dialirkan ke kawasan Jakarta dan sekitarnya. Kemudian kawasan tersebut juga secara ekonomi akan hidup karena mampu menampung 1,8 juta penduduk dan 2,6 juta pekerja setiap harinya.
 
“Tentunya pada kawasan ini, ekonomi akan berjalan,” katanya.
 
Selain itu transportasi pada kawasan ini juga akan dilengkapi dengan infrastruktur yang memadai seperti pembangunan jalan tol, kereta hingga bus TransJakarta.
 
“Kan ada tol, kereta terus bus, itu pasti menghasilkan uang,” ujarnya.
 
Diperkirakan proyek tanggul anti banjir dan kota baru ini akan menelan biaya sebesar Rp 600 triliun. Pemerintah akan memanfaatkan investor swasta 100% untuk mendanai tanggul berbentuk burung garuda tersebut. Pemerintah pusat akan mendorong dari pendanaan awal terutama dalam hal studi awal.
 
“Menurut perhitungan kita dibiayai swasta hampir 100%. Tapi pemerintah harus dorong awal dan kemudian ditenderkan,” katanya.(detik.com)
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita Pilihan

Putusan Komisi Informasi Provinsi Riau Kontradiktif, Warga Lanjut Gugat ke PTUN

...

Read moreDetails
Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya Jadi Danau Terdalam ke 12 di Dunia

Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya jadi Danau Terdalam Ke 12 di Dunia

5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Ini 5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Heboh Isu BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Heboh Kabar BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Next Post

4 Pecahan Uang Kertas tak Berlaku, Buruan Tukar ke Bank.

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.