Perlu Dua Instansi Hanya untuk Bahas Soal Tebal dan Ukuran Runway Bandara SSK II

Selasa, 09 Juli 2019 11:02
Perlu Dua Instansi Hanya untuk Bahas Soal Tebal dan Ukuran Runway Bandara SSK II
BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Rencana pembangunan untuk perpanjangan lintasan penerbangan (runway) Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, perlu melibatkan dua instansi penting. Sebab persoalan ketebalan dan ukuran panjang-lebar lintasan itu ditangani oleh instansi berbeda.
 
Pemerintah Provinsi Riau sudah lama mewacanakan untuk perpanjangan runway di Bandara Internasioal SSK II, Pekanbaru. Selain untuk kepentingan bisnis, perpanjangan runway itu juga perlu untuk kepentingan umat. Sebab Riau tak akan bisa melaksanakan embarkaasi haji penuh jika litasan ini tidak bisa menampung pesawat berbadan besar.
 
“Makanya untuk perbanjangan runway ini memang butuh kajian sendiri (khusus) dan mendalam. Karena ada dua instansi penting yang terlibat dalam rencana pembangunan itu,” kata Asisten I Setda Provinsi Riau, Ahmad Syah Harrofie, Selasa, 9 juli 2019 di Pekanbaru.
 
Dia menuturkan, untuk ketebalan runway secara aturan menjadi kewenangan atau tanggung jawab pihak PT. Angkasa Pura. Sementara untuk ukuran panjang dan lebar runway sendiri merupakan tanggung jawab Pemerintah Provinsi Riau. Kedua instansi perlu berembuk terlebih dahulu untuk merencanakan perpanjangan runway di Bandara SSK II Pekanbaru.
 
“Masalah lain kalau untuk pelebaran, apakah lahannya ada? Ini juga perlu dipikirkan,” sebutnya.
 
Menurut Ahmad Syah, meski wacara ini sudah lama didengungkan, untuk realisasinya tak bisa secara ‘simsalabim’. Saat ini panjang runway Bandara SSK II Pekanbaru sudah 2.600 meter. Secara kajian teknis, dari hasil pembahasan antara pihak Angkasa Pura dengan Pemprov Riau, ukuran panjang tersebut sudah layak untuk embarkasi haji penuh.
 
Namun secara bisnis, kata dia, jika memang dilakukan pelebaran dan penambahan ketebalan runway, dipastikan Angkat Pura merugi secara hitunghan bisnis. Harapan untuk fasilitas memadai untuk pelaksanaan embarkasi penuh jika memang rencana untuk relokasi bandra terealisasi. Namun kemungkinan baru akan dilaksanakan pada tahun 2025 mendatang. (bpc3)

Berita Terkini

Sabtu, 16 Januari 2021 16:32

Joe Taslim Bakal Beraksi di Mortal Kombat 2021

#MortalKombat #hiburan #JoeTaslim

Sabtu, 16 Januari 2021 16:16

Khitan Massal at Home Kedepankan Protokol Kesehatan

#sosial #khitan

Sabtu, 16 Januari 2021 16:03

Air Gambut Riau Hitam dan Kotor? Sekarang, Dulu Lain

#GAMBUT

Sabtu, 16 Januari 2021 15:32

Kepulauan Meranti Difokuskan Jadi Sentra Budidaya Ikan Kakap dan Bawal

#bisnis #budidayaikan #meranti

Sabtu, 16 Januari 2021 14:34

ESDM Catat Target Lifting Migas Riau 2020 Lampaui Target

#migas #lifting #bisnis

Sabtu, 16 Januari 2021 14:30

Gempa Majene: 43 Tewas Akibat Tertimpa Bangunan

#SULBAR

Sabtu, 16 Januari 2021 13:30

Hentikan Vaksinasi Jika Ada Efek Samping Serius

#EfekSamping #vaksin #sinovac #kesehatan

Sabtu, 16 Januari 2021 12:57

23 Orang di Norwegia Meninggal Dunia Setelah Disuntik Vaksin

#vaksinasi #kesehatan #internasional