Parah! Investasi Pertambangan RI Terpuruk

Sabtu, 01 Juni 2013 15:43

BERTUAHPOS, Jakarta – Indonesia menempati peringkat 96 dalam survei tentang iklim investasi terbaik di industri pertambangan. Fraser Institute mengeluarkan laporan tahunan survei perusahaan tambang untuk tahun 2012-2013.

Fred McMahon, dari Michael Walker Chair of Economic Freedom Research The Fraser Institute mengatakan investasi pertambangan merupakan rencana jangka panjang yang membutuhkan aturan yang jelas dan tidak mudah berubah. Aturan ini diperlukan untuk menjaga iklim investasi di sektor pertambangan.

“Ketidakpastian aturan di Indonesia menjadi salah satu penyebab investor menilai Indonesia sebagai tujuan yang buruk untuk berinvestasi. Sedangkan Swedia, Finlandia dan Norwegia menempati peringkat 10 besar negara dengan iklim investasi terbaik,” ujar Fred dalam acara diskusi pertambangan Indonesia Mining Institute di Jakarta, Rabu (29/5/2013) lalu.

Menurut Fred, yang terpenting dalam industri pertambangan adalah aturan dan pajak yang masuk akal dan tidak tersandera dengan kepentingan politik.

Baca: Investor Korea akan Tanam Rp 2 Triliun di Tirta Siak

“Indonesia seharusnya bisa seperti Kanada, Australia dan Selandia Baru yang menikmati hasil dari kekayaan alam. Ketiga negara itu memiliki regulasi yang jelas soal pertambangan,” jelas Fred.

Sementara itu, Direktur Pembinaan Pengusahaan Batu Bara Kementerian ESDM, Edi Prasodjo, menilai hasil survei Fraser sebagai masukan bagi pemerintah dalam membuat kebijakan yang lebih baik. Pihaknya juga berencana melakukan survei di setiap daerah untuk mengetahui iklim investasi di Indonesia.

“Kami juga harus membuat metode penelitian sendiri sehingga ketahuan bagaimana iklim investasinya,” ucap Edi. (kapurnews.com)