• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 31, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Menyulap’ Limbah Kapal Jadi Bisnis Arang Kayu di Simpang Gaung

Tim Redaksi by Tim Redaksi
13 Juni 2017
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Ikop, seorang wanita berusia 50 tahun itu menutup kepalanya dengan kain, untuk melindungi dari terik. Baru setengah hari, sudah 4 kali duduk di sebuah gundukan tanah, setinggi kira-kira setengah badannya. 

Ini bukan gundukan tanah biasa. Gundukan tanah ini salah satu ladang penghasilan bagi Ikop, untuk menambah uang dapurnya. Gundukan tanah itu berisi balok kayu, yang dibakar. Inilah cara Ikop membuat arang kayu.

Membuat arang kayu sudah menjadi aktifitas harian bagi wanita paruh baya di Desa Simpang Gaung, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Sebagian besar kaum wanita menggeluti aktifitas ini, adalah mereka para ibu rumah tangga.

Apalagi pada saat puasa seperti ini, membuat arang kayu menjadi salah satu usaha untuk tambahan lebaran. 

“Meski sudah pakai gas elpiji 3 kilogram, arang tidak bisa hilang dari kehidupan masyarakat. Mereka tetap menyalakan dapurnya dengan arang,” kata Ikop kepada bertuahpos.com, Selasa (13/6/2017).

Ikop menunjukan, proses bagaimana sisa kayu bekas itu bisa menjadi arang, hingga menghasilkan rupiah bagi ibu rumah tangga di sini.

Ikop biasanya mengumpulkan sisa kayu, limbah dari pembuatan kapal di sekitar rumahnya. Potongan balok kayu itu, setelah dikumpulkan, dia sesuaikan lagi ukurannya. Untuk balok ukuran panjang dipotong.

Balok kayu itu disusun rapi sehingga menjadi sebuah tumpukan kayu besar setinggi pinggang orang dewasa. Dibiarkan dulu mengering. Selanjutnya dibakar.

Setelah, api terjangkit pada kayu, mulailah gundukan kayu itu ditutup dengan serbuk kayu yang sudah menghitam, hingga seluruh permukaan kayu itu tertimbun. Namun tetap diberi rongga untuk oksigen, agar api tidak padam.

Sepintas, gundukan serbuk kayu itu terlihat seperti replika gunung yang akan meletus. Gundukan inilah harus selalu dijaga. Jangan sampai, api keluar ke permukaan. Jika demikian maka akan membuat kayu hancur jadi debu. 

“Makanya gundukan ini harus selalu dijaga,” tambahnya. 

Gundukan itu dibiarkan 5 hari, sampai seminggu. Supaya arang masak sempurna. Setelah itu, barulah, gundukan itu dibongkar. Semua kayu yang semula berbentuk potongan balok, menghitam jadi arang.

Pelan-pelan air dipercikkan, supaya api yang masih menempel di arang, padam. Air itu dipercikan ke seluruh arang. Proses ini membutuhkan waktu sampai sehari penuh, tergantung banyak atau sendikitnya kayu yang dibakar.

Selanjutnya, kata Ikop, arang yang sudah jadi, di jemur hingga kering. Biasanya proses ini juga membutuhkan waktu beberapa hari. Setelah kering barulah arang ini dipacking dalam karung bekas 20 kilogram. Harganya Rp 15.000. “Kalau untuk arang dari kayu kempas harganya Rp 18.000,” kata Ikop.

Pada saat momentum menjelang lebaran ini, bianya tingkat konsumsi masyarakat terhadap arang kayu meningkat. Biasanya, keuntungan dari jual arang kayu cukup untuk tambahan persiapan lebaran.

Ikut membuat arang kayu memang susah-susah gampang. Meski mudah, tetap saja butuh keahlian untuk dapat hasil maksimal. Seharian ikut Ikop membakar arang cukup melelahkan. Tapi seru. Ada banyak hal baru. 

Ternyata ada banyak masyarakat di desa ini yang memanfaatkan limbah pembuatan kapal, untuk mencari pundi rupiah sebagai penghidupan lain. (bpc3)

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Pekan Seni Budaya Riau Kompleks, Bersatu dalam Keragaman
Berita Pilihan

Pekan Seni Budaya Riau Kompleks, Bersatu dalam Keragaman

...

Read moreDetails
Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama

Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026, 10 Tahun Menggerakkan Pendidikan di Pelosok

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Next Post

FIF Buka Lowongan Kerja Kolektor

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.