BERTUAHPOS — Pemprov Riau diminta untuk mengawasi potensi lonjakan harga tiket pesawat, terutama menjelang masuknya bulan Ramadan dan Idulfitri 2026.
Pemerintah melalui Kemendagri menyatakan, setiap daerah memang diminta meminta untuk melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga tiket pesawat karena ini dinilai krusial untuk menjaga keterjangkauan layanan transportasi udara di momentum itu.
Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, menegaskan pemantauan harga tiket pesawat harus dilakukan secara intensif, rutin, dan terkoordinasi. Pemda harus bisa memastikan data harga dan ketersediaan penerbangan selalu diperbarui sebagai dasar evaluasi dan pengambilan kebijakan.
Data yang akurat menjadi instrumen penting bagi daerah untuk merespons dinamika harga di lapangan secara tepat. Tanpa basis data yang kuat, intervensi kebijakan berisiko tidak efektif dan berpotensi merugikan masyarakat.
“Pemantauan harga tiket pesawat perlu dilakukan secara rutin dan terkoordinasi, sehingga pemerintah daerah memiliki data yang akurat dalam menyikapi perkembangan harga,” ujar Tomsi Tohir.
Selain pemantauan, Kemendagri juga mendorong penguatan koordinasi lintas sektor. Pemerintah daerah diminta aktif menjalin komunikasi dengan maskapai penerbangan, pengelola bandara, serta instansi teknis terkait guna menjaga stabilitas tarif.
Tomsi menilai sinergi antarpemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam menekan potensi lonjakan harga tiket pesawat yang tidak wajar. Koordinasi yang solid diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan bisnis dan perlindungan konsumen.
“Koordinasi dengan maskapai, pengelola bandara, dan instansi terkait harus terus diperkuat agar pelayanan transportasi udara tetap terjangkau bagi masyarakat,” tegasnya.
Kemendagri juga mengingatkan bahwa periode Ramadan dan Idulfitri selalu diiringi lonjakan mobilitas masyarakat yang signifikan. Kondisi ini berpotensi memicu tekanan terhadap kapasitas penerbangan dan harga tiket apabila tidak diantisipasi sejak dini.
Oleh karena itu, pemerintah daerah diminta memastikan kesiapan layanan transportasi udara, mulai dari ketersediaan penerbangan, kelancaran operasional bandara, hingga aspek keselamatan dan kenyamanan penumpang.
“Menjelang hari besar keagamaan, mobilitas masyarakat akan meningkat. Pemerintah daerah perlu mengambil langkah antisipatif agar layanan transportasi udara tetap lancar, aman, dan nyaman,” kata Tomsi.
Dalam upaya pengendalian harga, Tomsi juga menekankan pentingnya mekanisme pelaporan cepat. Pemerintah daerah diminta segera menyampaikan laporan kepada pemerintah pusat jika menemukan indikasi lonjakan harga yang tidak sesuai ketentuan.
Pelaporan yang cepat dinilai penting agar pemerintah pusat dapat segera melakukan evaluasi dan mengambil langkah korektif, baik melalui koordinasi dengan kementerian terkait maupun maskapai penerbangan.
“Jika ada indikasi lonjakan harga yang tidak wajar, pemerintah daerah harus segera melaporkannya agar bisa ditindaklanjuti secara cepat dan tepat,” ujarnya.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Pemerintah Provinsi Riau menyatakan kesiapan untuk memperkuat pengawasan harga tiket pesawat di daerah. Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Helmi D, menyebut Pemprov Riau akan melakukan pemantauan secara berkala.
Menurut Helmi, koordinasi dengan instansi terkait di daerah, termasuk otoritas bandara dan maskapai penerbangan, akan terus diperkuat guna menjaga stabilitas harga, khususnya menjelang Ramadan dan Idulfitri.
“Pemprov Riau siap menindaklanjuti arahan pemerintah pusat dengan melakukan pemantauan berkala dan memperkuat koordinasi agar harga tiket pesawat tetap terjangkau bagi masyarakat,” ujarnya.
Upaya pengendalian harga tiket pesawat ini diharapkan mampu menjaga aksesibilitas transportasi udara, mendukung kelancaran arus mudik, serta memberikan kepastian layanan yang adil dan terjangkau bagi masyarakat luas.***









