• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Minggu, November 1, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

“Impor” Naker Asing, Sekjen JMGR: RAPP Berpotensi Memincu Konflik Baru

Tim Redaksi by Tim Redaksi
28 Februari 2018
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Rencana membangun pabrik baru oleh PT. RAPP semakin membuat berbagai elemen masyarakat khawatir. Itu lantaran bisa memicu munculnya konflik baru antara masyarakat dan perusahaan APRIL Group tersebut.

Hal ini diungkapkan oleh Sekjen Jaringan Masyarakat Gambut Riau (JMGR) Isnadi E kepada bertuahpos.com, Selasa, 27 Februari 2018 kemarin. Menurutnya, rencana perusahaan itu juga sangat berkaitan dengan lapangan pekerjaan yang selama ini sangat sedikit mengakomodir tenaga kerja lokal.

“Sekilas saya menganalisa bahwa penambahan pabrik dan tenaga kerja, tentu konsekuensinya adalah peningkatan kebutuhan akan bahan baku, dengan begitu perluasan areal konsesi untuk meningkatkan sumber bahan baku akan mungkin terjadi,” katanya.

Dia menambahkan dengan kondisi hutan dan tanah di Riau yang sudah sangat terbatas maka potensi eksploitasi hutan dan penguasaan tanah masyarakat secara sepihak akan bisa terjadi. Sebagai mana yang selama ini terjadi di hampir keseluruhan areal konsesi RAPP khususnya di wilayah gambut.

Sebelumnya, masalah PT. RAPP ‘mengimpor’ sekitar 1.500 tenaga kerja asing asal Tiongkok akan dimasukkan untuk membangun pabrik tisu mendapat kritikan keras dari Menteri Ketenagakerjaan RI Hanif Dhakiri dan berbagai pihak. Sang menteri melihat rencana RAPP itu harus ditolak. Ia juga mempertanyakan apakah memang tidak ada tenaga kerja Indonesia yang mampu membangun pabrik.

Baca: PT RAPP Masih Bungkam Soal 1.500 Naker Asal Tiongkok

Dikatakan Hanif Dhakiri, harus terlebih dahulu dilihat, apakah betul tidak ada lagi pekerja Indonesia yang sanggup membuat pabrik seperti yang dimaksud oleh RAPP.

“Prinsipnya, kalau melanggar aturan, maka rencana RAPP untuk memasukkan 1500 tenaga kerja asing itu harus ditolak,” ujar Hanif kepada bertuahpos.com, Selasa 27 Februari 2018.

Dilanjutkan Hanif, ada beberapa faktor yang harus dipenuhi untuk memasukkan tenaga kerja asing, antara lain adalah jabatannya terbatas serta sudah tidak ada lagi tenaga kerja dalam negeri yang mampu mengisi posisi tersebut.

“Nah, disitu kita lihat, apakah jabatannya sesuai, serta apakah memang tidak ada lagi tenaga kerja kita yang mampu membuatkan mereka pabrik. Kalau melanggar, maka rencana mereka untuk memasukkan tenaga kerja asing itu harus ditolak,” tegas Hanif. (bpc3)

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita Kuansing

Nenek 75 Tahun Digigit Buaya Saat Cuci Piring di Sungai Kuantan, Luka Korban Dijahit 20 Jahitan

...

Read moreDetails
5 Tempat Makan di Pekanbaru yang Populer dan Enak, Harganya Terjangkau

5 Tempat Makan di Pekanbaru yang Populer dan Enak, Harganya Terjangkau

Tak Hanya Cantik, Inilah 5 Manfaat Bunga Krisan untuk Kesehatan

Tak Hanya Cantik, Inilah 5 Manfaat Bunga Krisan untuk Kesehatan

iQoo Z11S Bawa Baterai Raksasa dan Android 16, Segini Harganya

iQoo Z11S Bawa Baterai Raksasa dan Android 16, Segini Harganya

Rekomendasi Skincare Wardah untuk Mengatasi Flek Hitam, Wajah Auto Glowing

Rekomendasi Skincare Wardah untuk Mengatasi Flek Hitam, Wajah Auto Glowing

Sandiaga Uno didesak mundir dari gerindra

Sandiaga Uno Borong 9,5 Juta Saham MUTU Senilai Rp999 Juta

Next Post

Ditemukan di Got Jalan Sumatera, Kapolsek: Mayat Tanpa Identitas

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.