• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Senin, November 2, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Hanya 30 Persen Beras Lokal Terserap Bulog Drive Riau-Kepri

Tim Redaksi by Tim Redaksi
20 Maret 2018
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Badan Urusan Logistik (Bulog) Drive Riau-Kepri hanya mampu menyerap beras lokal sekitar 20 sampai 30 persen saja. Angka ini tentunya masih sangat jauh dari harapan, apalagi mengingat Riau bukan daerah produsen beras.

Hal ini dibenarkan oleh Humas Bulog Drive Riau-Kepri, Fadli, saat dihubungi bertuahpos.com, Selasa 20 Maret 2018 di Pekanbaru. “Iya angkanya sekira 20 sampai 30 persen,” katanya.

Dia menambahkan, selain masalah jumlah yang sedikit, kekurangan beras lokal juga ada pada kualitas yang rendah. Selain itu masa panen lama sehingga tidak memungkinkan jika harus bergantung sepenuhnya dengan beras lokal di Riau.

“Banyak kendalanya. Mulai dari masa panen dan kualitasnya juga sangat rendah,” tambah Fadli.

Sementara soal harga, dia menyebut memang harga gabah petani lebih tinggi, dan mereka tidak ingin menjual karena masalah harga ini tidak cocok.

“Soal harga yang mereka minta ke kita juga tinggi, makanya agak sulit. Memang ada beberapa yang mau menjual ke Bulog tapi jumlahnya tidak banyak,” sambungnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kabupaten Siak merupakan salah satu daerah di Riau dengan produksi gabah cukup tinggi. Namun sayangnya hasil panen gabah itu tidak diproduksi lokal untuk dijadikan beras, tapi dijual ke tengkulak dan dibawa ke luar Riau.

Baca: Beras Lokal Riau Hanya Tutup 30 Persen Kebutuhan Masyarakat

“Iya, kami jual gabah ke tengkulak Medan,” kata Sugeng, seorang petani di kawasan Bunga Raya, Kabupaten Siak, Selasa 20 Maret 2018.

Alasan sugeng menjual hasil panen gabahnya ke tengkulak asal Medan tentunya saja ihwal harga yang lebih tinggi. Sebab Bulog tidak berani mengambil harga di atas harga yang ditawarkan oleh tengkulak dari Medan itu.

“Beberapa kali kalau saya pernah jual ke Bulog tapi harganya sangat jauh. Bahkan tidak menutup modal. Kalau ke tengkulak harganya lebih tinggi dan petani bisa untung,” katanya.

Sama dengan Sumiato, petani di siak saat diwawancarai bertuahpos.com, awal tahun 2018 lalu dia mengatakan bahkan sebagian besar petani memilih jual hasil panen gabahnya ke tengkulak ketimbang ke Bulog.

“Hasil panen petani disini jualnya ke Tengkulak, walaupun ada yang ke Bulog itu jarang,  kebanyakan ya di Tengkulak,”ujar Sugianto. “Kalau dijual ke Bulog harganya lebih murah dibanding ke Tengkulak, perbedaannya cukup tinggi,” sebutnya.

Meskipun di Kecamatan Bunga Raya tersedia kantor Bulog, namun para petani memilih menjual hasil panennya pada tengkulak yang ada di Sumatra Utara. 

Sukri, bapak 2 anak ini punya setengah hektare sawah ini, juga menjual hasil padinya ke tengkulak ketimbang bulog, “Kalo dijual ke bulog harganya enggak sebanding, bulog cuma berani kasih harga Rp 3.700, sedangkan tengkulak Rp 3.900 sampai Rp 4.500,” katanya. (bpc3) 

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Bentley Torcal First Edition, SUV Listrik Tampil dengan Kabin Mewah dan Performa Tinggi
Otomotif

Bentley Torcal First Edition, SUV Listrik Tampil dengan Kabin Mewah dan Performa Tinggi

...

Read moreDetails
Selat Hormuz Memanas, IHSG Terpaksa Parkir di Zona Merah. 23 Perusahaan Tunda IPO Saham 2026, Pasar Dinilai Belum Kondusif

23 Perusahaan Tunda IPO Saham 2026, Pasar Dinilai Belum Kondusif

4 Motor Bebek untuk Touring, Mana Paling Hemat BBM?

4 Motor Bebek untuk Touring, Mana Paling Hemat BBM?

Ekuador Terpilih Jadi Tuan Rumah COP18 CBD 2028

Ekuador Terpilih Jadi Tuan Rumah COP18 CBD 2028

Karhutla di Sekitar Tol Palindra, HKA Siapkan Personel untuk Patroli Hingga Medis. PT GAP dan PT MAP Dijerat Kasus Karhutla, Satu Bermodal dari Singapura

PT GAP dan PT MAP Dijerat Kasus Karhutla, Satu Bermodal dari Singapura

OJK Riau Dukung Penuh Sensus Ekonomi 2026 untuk Perkuat Data Perencanaan Nasional. OJK Terapkan Asas Una Via dalam Penegakan Hukum Pasar Modal, Apa Itu?

OJK Terapkan Asas Una Via dalam Penegakan Hukum Pasar Modal, Apa Itu?

Next Post

Pemerintah Harus Komitmen Suplai Premium di Riau

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.