• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 29, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Bos PLN Jamin Byar-Pet di Sumatera Berakhir Pekan Ini

Tim Redaksi by Tim Redaksi
17 Oktober 2013
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PACITAN – PT PLN (Persero) menjamin krisis listrik di Sumatera Utara dan sebagian wilayah Aceh berakhir minggu ini. Karena genset yang disewa sudah mulai masuk dan akan segera beroperasi dalam waktu dekat.

“Genset-genset yang didatangkan dari luar Sumatera sudah masuk ke pelabuhan dan akan secepatnya beroperasi dan memasok listrik ke pelanggan,” kata Direktur Utama PLN Nur Pamudji ditemui di PLTU Pacitan, seperti dikutip, Kamis (17/10/2013).

Dengan sudah masuknya genset yang disewa dengan total 150 mega watt (MW) tersebut, maka krisis listrik di Sumatera Utara bisa berakhir.

“Dengan masuknya genset-genset ini dengan kapasitas total 150 MW maka defisit listrik bisa segera teratasi,” ucap Nur.

Namun walau sudah memenuhi defisit listrik tersebut PLN masih khawatir karena tidak bisa menjamin 100% byar-pet berakhir.

“Defisitnya dengan masuknya genset ini bisa teratasi, tapi kita tentu masih was-was, karena dalam sistem kelistrikan PLN walau suplai cukup tentu harus ada cadangan listrik, nah ini belum ada,” katanya.

Seperti diketahui krisis listrik di Sumatera Utara dan beberapa wilayah di Aceh membuat daerah tersebut mengalami mati lampu alias byar-pet hampir terjadi setiap hari.

Krisis listrik terjadi karena pasokan listrik daerah tersebut defisit diakibatkan beberapa pembangkit listrik harus dimatikan karena harus dilakukan perawatan karena telah beroperasi cukup lama.

Defisit listrik diperparah karena dua proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Nagan Raya dan Pangkalan Susu di daerah tersebut terlambat selesai pengerjaanya.(detik.com)

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita Pilihan

Putusan Komisi Informasi Provinsi Riau Kontradiktif, Warga Lanjut Gugat ke PTUN

...

Read moreDetails
Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya Jadi Danau Terdalam ke 12 di Dunia

Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya jadi Danau Terdalam Ke 12 di Dunia

5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Ini 5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Heboh Isu BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Heboh Kabar BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Next Post

1.048 Orang Berebut 46 Kursi CPNS di Sekretariat Negara

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.