BERTUAHPOS.COM — Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR) menggelar acara Silaturahmi dan Halal Bihalal di Balai Dang Merdu BRK Syariah, pada 12 April 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Sinergi dan Kolaborasi Membangun Masa Depan Riau yang Cemerlang, Gemilang, dan Terbilang”.
Acara ini juga dihadiri Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Ketua Umum FKPMR Mambang Mit, Ketua Dewan Pembina FKPMR Saleh Djasit, Ketua Umum MKA LAMR Datuk Seri Marjohan Yusuf, Ketua Umum DPH LAMR Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, serta sejumlah anggota DPR RI asal Riau, termasuk H. Achmad.
Dalam kesempatan itu, Plt Gubernur Riau kembali soal tantangan besar dari sisi fiskal dan kebijakan pusat. Ia menegaskan bahwa aturan mandatori belanja pegawai yang tidak boleh melebihi 30%, sementara saat ini masih berada di angka 45%.
“Kondisi ini tidak boleh membuat kita berhenti, justru menjadi momentum memperkuat pengertian daerah. Jika aturan ini diterapkan ketat pada 5 Januari 2027, kita harus bersiap dengan solusi kreatif agar kesejahteraan pegawai tetap terjaga tanpa membebani APBD secara berlebih,” tegas SF Hariyanto.
Ketua Umum FKPMR Mambang Mit menekankan pentingnya konsep “Tali Berpilin Tiga”, yaitu kolaborasi antara FKPMR sebagai unsur sosial ekonomi politik, MUI dari kalangan ulama, dan LAM Riau dari unsur adat, yang bersinergi dengan pemerintah serta legislatif. Ia menegaskan bahwa kolaborasi ini harus menjadi fondasi kokoh agar Riau tidak mudah goyah di tengah berbagai tantangan.
“Kita ingin kolaborasi ini menjadi tungku yang ditopang tiga tiang agar Riau tidak mudah goyang. Pertumbuhan ekonomi kita yang naik dari 3,5% pada 2024 menjadi 4,79% pada 2025 harus kita sambut dengan persatuan demi kemajuan daerah,” ujar Mambang Mit.
Anggota DPR RI asal Riau, H. Achmad, menyebut pertemuan ini sebagai momen bersejarah dan sangat strategis bagi Riau. “Ini pertama kalinya para tokoh dan wakil rakyat dikumpulkan secara formal seperti ini. Dengan duduk bersama, solusi untuk memajukan Riau bisa kita cari dengan lebih konkret,” tuturnya.
Ed Efendi yang hadir mewakili Bupati Bengkalis menyatakan dukungan penuh terhadap visi FKPMR. Menurutnya, sinergi lintas sektor sangat diperlukan agar pembangunan di tingkat kabupaten selaras dengan kebijakan provinsi dan pusat demi mewujudkan Riau yang lebih maju.
Acara ditutup dengan sesi dialog dan konsolidasi bersama sebagai wujud nyata penyatuan arah kebijakan untuk masa depan Bumi Lancang Kuning. Seluruh peserta sepakat bahwa langkah kolaboratif ini menjadi kunci dalam menghadapi tantangan pembangunan Riau ke depan. (Galeri)









