• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 3, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Tak Becus Tangani Pandemi, Demonstran Bentrok dengan Polisi

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
14 Agustus 2021
110
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Bentrok antara pendemo dengan polisi di Thailand tak terelakkan setelah polisi tembak gas air mata dan peluru karena ke arah massa aksi. Diketahui setidaknya 3 pendemo yang terluka.

Unjuk rasa di ibu kota Bangkok ini memprotes penanganan pandemi Covid-19 pemerintah Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha.

Angka kasus positif Covid-19 di negara Asia Tenggara itu terus melonjak. Pada demonstrasi hari ketiga Jumat (13/8) kemarin, Thailand melaporkan 23.418 kasus infeksi baru Covid-19.  

Aljazirah melaporkan kasus infeksi Sabtu, 14 Agustus 2021, mulai menurun menjadi sekitar 22 ribu kasus infeksi dan 217 kasus kematian. Total kasus infeksi di Thailand sejak awal pandemi menjadi lebih dari 900 ribu kasus dan 7.300 kasus kematian.

Istri almarhum mantan perdana menteri  Chatichai Choonhavan, Thanpuying Boonruen Choonhavan, meninggal dunia pada usia 101 karena Covid-19. 

Lambannya program vaksinasi dan kesulitan ekonomi karena pembatasan ruang gerak menambah tekanan politik.

Pengunjuk rasa di Bangkok berkumpul di perempatan Victory Monument. Tidak hanya mengabaikan larangan berkumpul, mereka juga membakar buah-buahan busuk sebagai simbol kesulitan ekonomi petani.

“Buah-buahan ini tidak bisa dijual karena pemerintah gagal untuk menanggulangi virus dan kesulitan ekonomi,” kata salah seorang pengunjuk rasa, sebagaimana dilansir dari Republika.co.id.

Demonstran mencoba bergerak ke dalam kediaman Prayuth yang dijaga militer. Pengunjuk rasa membawa spanduk besar bertuliskan ‘Prayuth harus segera mundur’.

Polisi menggunakan pagar kawat dan kotak-kotak kontainer untuk menghalangi pengunjuk rasa. Sementara petugas menembakan gas air mata, peluru karet, dan water canon.

Deputi juru bicara Kepolisian Nasional Thailand Kissana Phathanacharoen mengatakan pengunjuk rasa menyerang petugas dengan bom pingpong, ketapel, batu bata, dan petasan. Empat belas sepeda motor ikut diledakkan. (bpc2)

Tags: covid duniacovid thailanddemonstrasi thailan
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

asal usul muculnya covid
Berita

China Tolak Penyelidikan Lanjutan Covid-19 & Minta Dunia Percaya pada Data Awal

...

Read moreDetails
Pemulihan ekonomi nasional, realisasi pajk riau 2022, kredit BPD, pemeriksaan penggunaan anggaran

Ada 6 Kabupaten/Kota di Riau Tak Anggarkan PEN di APBD Murni 2021, Salah Satunya Pekanbaru

Kasus Konfirmasi Covid-19

Varian Delta Sebabkan Kasus Corona Dunia Naik Hingga 80%

Next Post

Di Hari Jadi ke 60 Gerakan Pramuka, Bupati Alfedri Terima Penghargaan Lencana Pancawarsa IV

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.