• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 29, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Sri Mulyani Sebut Pemerintah Masih Punya Tunggakan Covid-19 Rp2,69 Triliun

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
2 Juli 2021
vaksin covid-19

Menteri Kuangan RI, Sri Mulyani. (JPNN.com)

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Menteri Keuangan Sri Mulyani mengakui pemerintah masih punya tunggakan klaim biaya penanganan covid-19 sebesar Rp2,69 triliun ke rumah sakit. 

Itu terjadi setelah pemerintah berhasil membayar tunggakan tagihan 2020 sebesar Rp5,6 triliun pada tahun ini.

Dia menyebut realisasi pembayaran klaim tagihan pasien covid-19 di RS rujukan sebesar Rp14,53 triliun. Klaim tagihan berasal dari perawatan 200.545 pasien covid.

Meski demikian dia menekankan tunggakan bukan disebabkan oleh kesulitan pendanaan atau masalah APBN, melainkan mekanisme review yang memakan waktu lama. 

“Saat ini proses pembayaran tunggakan sedang dalam peninjauan APIP Kementerian Kesehatan,” tuturnya, dikutip dari CNN Indonesia.

“Saya ingin tekankan di sini persoalan adalah Menteri Kesehatan mengubah pembayaran langsung ke nakesnya sehingga terjadi sedikit keterlambatan karena perlu inventarisasi lagi,” ujarnya.

Sebagai upaya mempercepat pembayaran, pemerintah telah membentuk Tim Penyelesaian Klaim Dispute (TKPD) Pusat dan Provinsi. Tim diharapkan bisa memecahkan permasalahan (dispute) pembayaran tagihan dalam waktu 14 hari.

Setelah proses selesai, tagihan bisa diverifikasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) selama lima hari untuk menjadi dasar pembayaran klaim.

Pengelola rumah sakit mengeluh karena tagihan biaya perawatan pasien covid belum dibayar pemerintah. Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) mengungkapkan akibat keterlambatan itu arus kas (cash flow) rumah sakit (RS)  kering di tengah bertambahnya pasien covid-19. (bpc2)

Tags: biaya covidSri mulyaniTunggakanutang covid
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Airlangga Bantah Sri Mulyani Mundur dari Kabinet Prabowo
Nasional

Airlangga Bantah Sri Mulyani Mundur dari Kabinet Prabowo

...

Read moreDetails
Anggaran penanganan stunting

Menangis saat Rapat Bahas APBN 2025, Sri Mulyani Minta Maaf

Naik Signifikan, Realisasi Belanja Pangan 2023 Tembus Rp112,7 Triliun

anggaran persiapan pemilu 2024

Pemerintah Alokasikan Rp14 T untuk Persiapan Pemilu 2024

surat cinta sri mulyani, RAPBN 2023

Sri Mulyani: RAPBN 2023 didesain fleksibel untuk Redam Gejolak Ekonomi Global

kondisi ekonomi indonesia, rupiah menuat terhadap dolar as, realisasi apbd

Sri Mulyani Sebut Realisasi APBD Turun 9,4%

Next Post

Rizal Ramli Sebut Dirinya Sempat Ditantang Debat Terbuka Soal Ekonomi

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.