• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 22, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

RAPP Dukung Kolaborasi Program Percepatan Penurunan Stunting di Riau

Reni by Reni
20 Juni 2022
Bantuan peralatan Antropometri Kit dari PT RAPP kepada Posyandu binaan untuk pendeteksian Stunting di desa-desa

Bantuan peralatan Antropometri Kit dari PT RAPP kepada Posyandu binaan untuk pendeteksian Stunting di desa-desa

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PELALAWAN – Program penurunan angka stunting mendapat perhatian serius dari Pemerintah. Berbagai kebijakan diambil untuk mencapai angka 14 persen prevalensi stunting di tahun 2024. Salah satunya dengan mengalokasikan dana Rp44,8 triliun untuk menurunkan angka stunting di tahun 2022.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengatakan dana tersebut diarahkan untuk menurunkan angka stunting demi terciptanya lingkungan bekerja, rumah tangga dan kesehatan yang lebih baik. Wamenkeu menegaskan stunting merupakan kondisi gagal tumbuh yang memiliki implikasi kepada generasi penerus, berimplikasi kepada kehidupan, produktivitas, hingga kepada kehidupan ekonomi, produktivitas dan kemajuan ekonomi Indonesia.

“Arahan Bapak Presiden, kita akan menurunkan prevalensi stunting menuju 14 persen pada tahun 2024. Saat ini, kita masih cukup tinggi di sekitar 24 persen lebih. Ada kemajuan, namun kemajuan ini harus lebih cepat kita upayakan,” ujarnya dalam Sosialisasi Arah Kebijakan DAK Stunting Tahun 2023, baru-baru ini, Selasa (14/06/2022) secara daring.

Sementara itu, prevalensi stunting di Provinsi Riau pada tahun 2021 sebesar 22,3 persen. Angka ini memang sedikit lebih baik daripada rata-rata prevalensi stunting di Indonesia. Namun demikian tetap diperlukan perubahan lebih cepat untuk mencapai 14 persen pada tahun 2024 atau harus diturunkan sebesar 3 persen per tahun.

Gubernur Riau, Syamsuar mengatakan upaya penurunan angka stunting membutuhkan intervensi gizi pada lokasi dan kelompok sasaran prioritas yaitu rumah tangga 1000 hari pertama kehidupan. Untuk mencapai tujuan tersebut membutuhkan konvergensi intervensi di lintas sektor.

“Pemerintah terus memantau dan mengevaluasi hasil kinerja dari pembinaan dan pengawasan serta komitmen kepala daerah dalam menurunkan angka stunting ini,” jelasnya lagi.

Upaya penurunan angka stunting membutuhkan keterlibatan seluruh pihak termasuk pemerintah daerah dan desa/kelurahan, akademisi, media, swasta, lembaga swadaya masyarakat dan sebagainya.

Salah satu pihak swasta yang aktif mendukung program prioritas pemerintah tersebut adalah PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP). Perusahaan bagian dari grup APRIL ini bertekad menurunkan angka stunting sebesar 50 persen di Provinsi Riau, di mana tercatat 16.275 orang atau 10,9 persen dari jumlah balita stunting pada tahun 2019. Langkah ini sejalan dengan komitmen transformatif APRIL2030 pada pilar Kemajuan Inklusif (Inclusive Progress) yang telah diluncurkan akhir 2020 lalu.

Tim PT RAPP bersama Posyandu memberikan penyuluhan pemberian makanan tambahan (PMT) kepada para ibu setempat

Koordinator Program Kesehatan CD RAPP, Purwowidi Astanto menjelaskan ada dua pendekatan dalam menjalankan program penurunan angka stunting. Pendekatan pertama melalui program pemberdayaan masyarakat (community empowerment) yang telah dilakukan secara intensif bersama dengan masyarakat desa di sekitar area operasional perusahaan dan pendekatan kedua dengan menciptakan lingkungan yang kondusif.

“Salah satunya kegiatan training of trainer konseling pemberian makan bayi dan anak (PMBA) bagi petugas gizi Puskesmas yang kita laksanakan bagi Kabupaten Pelalawan dan Siak pada bulan Juni ini kemudian menyusul tiga Kabupaten lainnya, Kampar, Kuansing dan Kepulauan Meranti,” ujarnya, Minggu (18/6/2022) di Pangkalan Kerinci.

Widi menambahkan sederetan kegiatan pelatihan juga dilaksanakan seperti edukasi dan kampanye kesehatan bagi para kader posyandu, ibu hamil, anak dan balita di daerah sasaran. Kegiatan tersebut di antaranya pelatihan penyelenggaraan Posyandu, pelatihan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat (PKBM), pelatihan konseling PMBA, pelatihan manajemen terpadu balita sakit berbasis masyarakat (MTBS-M) dan pelatihan higienitas dan sanitasi.

Kemudian juga dilakukan promo-edukasi kesehatan dan gizi, monitoring dan evaluasi kegiatan Posyandu, pemberian makanan tambahan (PMT) dan penyuluhan, pemulihan bagi anak balita gizi buruk, BGM (bawah garis merah) dan ibu hamil KEK (kekurangan energi kronis).

Selain itu, untuk pengembangan Posyandu, CD RAPP juga menyerahkan bantuan antropometri kit kepada Posyandu binaan, menggelar lomba-lomba Posyandu serta pengembangan media komunikasi, informasi dan edukasi sebagai bagian dari kampanye kesehatan kepada para penerima manfaat.

Tim PT RAPP mendirikan pos pemantauan gizi di desa untuk mencegah stunting

“Di tingkat masyarakat, kegiatan percepatan penurunan angka stunting telah diimplementasikan di 295 Posyandu tersebar di 131 desa, 27 kecamatan di lima Kabupaten di Provinsi Riau,” paparnya.

Demi menyukseskan seluruh rangkaian dan tujuan dari program stunting ini, RAPP berkolaborasi dan bersinergi dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di tingkat Kabupaten dan Provinsi, terutama yang berperan aktif dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), seperti Bappedalitbang, BKKBN Provinsi Riau, Dinas Kesehatan, Bapelkes, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) dan sebagainya.***

 

 

 

 

Tags: april grouppenurunan angka stuntingRAPP
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Reni

Reni

Editor: Hendra
Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

RAPP dan Masyarakat Perkuat Kebersamaan melalui Founders Day 2026
Berita

RAPP dan Masyarakat Perkuat Kebersamaan melalui Founders Day 2026

...

Read moreDetails
Kegiatan imunisasi dan pengukuran tumbuh kembang anak pada rangkaian kegiatan pra event Founders Day 2026.

RAPP Gelar Rangkaian Kegiatan Berbagi bagi Masyarakat di Founders Day 2026

Medy, Ketua Kelompok Tani Tanjung Pulai menggemburkan lahan sawah menggunakan hand tractor bantuan CD RAPP.

Asa Kelompok Tani Tanjung Pulai Sejahtera Mandiri Lewat Budidaya Padi di Pelalawan

Pengukuran lingkar kepala oleh kader posyandu didampingi tim CD RAPP untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan pada anak.

RAPP Perkuat Kapasitas Kader di 320 Posyandu, Dukung Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Riau

31 Tahun Kopkar RAPP, Bertumbuh dengan Memperkuat Manfaat bagi Anggota

31 Tahun Kopkar RAPP, Bertumbuh dengan Memperkuat Manfaat bagi Anggota

KDD Riau Kompleks Kumpulkan 1.083 Kantong Darah, Perkuat Kepedulian Kemanusiaan Lewat Donor Darah

KDD Riau Kompleks Kumpulkan 1.083 Kantong Darah, Perkuat Kepedulian Kemanusiaan Lewat Donor Darah

Next Post
Gubernur Riau Syamsuar foto bersama saat pembukaan kegiatan Pemagangan Dalam Negeri tahu 2022.

Dukung SDM Riau Unggul, Gubri Buka Kegiatan Pemagangan Dalam Negeri

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.