• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 29, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Proyek Dinilai Tak Sesuai Perencanaan, Warga Akan Tanam Kelapa di Proyek Jalan Kuala Saka-Teluk Lanjut

admin-bpc by admin-bpc
27 Juli 2023
Novialdi, PPTK (kiri) warga Saridan (kanan)

Novialdi, PPTK (kiri) warga Saridan (kanan)

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Masyarakat Simpang Kuala Saka, berencana akan menanam kembali kelapa di proyek Jalan Simpang Kuala Saka-Teluk Lanjut-Guntung yang saat ini terbengkalai. Pasalnya, selain lokasi proyek yang dinilai tidak sesuai perencanaan, Dinas PUPR Provinsi Riau juga tidak pernah mengajak masyarakat bermusyawarah terkait lahan dan kebun kelapa warga yang terkena proyek tersebut.

Hal ini ditegaskan Saridan, salah seorang perwakilan warga Kuala Saka, yang lahannya terkena proyek jalan yang dinilai salah lokasi tersebut kepada PPTK Pembangunan Jalan Simpang Kuala Saka-Teluk Lanjut-Guntung tahun 2022, Novialdi, Kamis 27 Juli 2023.

Dikatakan Saridan, lokasi pembangunan Jalan Simpang Kuala Saka-Teluk Lanjut-Guntung yang dikerjakan oleh CV Metalindo Construction tahun 2022 lalu tidak sesuai perencanaan awal. “Kami selaku warga di lokasi pembangunan tersebut sama sekali tidak pernah diajak bermusyawarah oleh Dinas PUPR Provinsi Riau, ataupun pihak kontraktor yang melakukan survei perencanaan,” ujarnya.

Keluarga Saridan, baru tahu kebun mereka terkena lokasi pembangunan setelah terjadi tiga kali perubahan titik pembangunan pada Juni 2022 lalu. “Ketika itu tiba-tiba ada orang yang mau menebang pohon kelapa di lahan keluarga kami. Lalu kami tanya kenapa mau ditebang dan dikatakan ada proyek pembangunan jalan oleh Dinas PUPR Provinsi Riau,” ujarnya.

Ada lebih dari 300 batang kelapa milik keluarganya yang di tebang oleh pihak kontraktor saat itu. Anehnya, untuk upah potong pohon kelapa dibayar sebesar Rp50 ribu/batang. Sementara pemilik pohon kelapa dan pemilik lahan tidak mendapatkan ganti rugi sama sekali.

“Tentunya masyarakat sangat keberatan. Penghasilan masyarakat menjadi berkurang karena kelapa yang diharapkan harus ditebang. Bahwa seorang warga yang sudah janda menangis ketika pohon kelapanya harus ditebang tanpa ganti rugi,” ujarnya.

Lebih lanjut diungkapkannya, karena adanya komplain warga saat itu, ada disepakati pohon kelapa kami yang ditebang tersebut akan diganti sebesar Rp50 juta. Namun hingga saat ini tidak dibayarkan,” ujarnya.

Sementara ganti rugi lahan yang terkena pembangunan tersebut sebelumnya diajukan sekitar Rp400 juta. “Lahan kami sepanjang jalan tersebut semuanya bersertifikat,” ujarnya.

Warga menangis diatas pohon kelapanya yang ditebang

“Karena hingga saat ini belum ada ganti rugi terhadap pohon kelapa keluarga kami sebelumnya, maka dalam waktu dekat kami akan menanam kelapa tersebut kembali di tanah kami tersebut. Karena hingga saat ini lahan tersebut milik kami sesuai dengan sertifikat kepemilikan kami,” ujarnya.

“Jika pemerintah ingin membuka jalan tersebut, silahkan dilakukan penghitungan terhadap tanaman dan lahan warga yang terkena pembangunan proyek,” ujarnya.

Hal ini menurutnya ditambah lagi setelah mendapat penjelasan dari PPTK Pembangunan Jalan Simpang Kuala Saka-Teluk Lanjut-Guntung, dirinya meyakini bahwa lokasi pembangunan jalan saat ini tidak sesuai dengan perencanaan awal.

Terkait rencana warga yang akan kembali menanam kelapa di proyek Jalan Simpang Kuala Saka-Teluk Lanjut-Guntung yang sudah menghabiskan dana Rp5 miliar sejak perencanaan, prmbangunan dan pengawasan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPRPKPP) Provinsi Riau Arif Setiawan, yang dikonfirmasi bertuahpos.com secara terpisah, belum memberi tanggapan.***

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

admin-bpc

admin-bpc

Berita Terkait

Tingkatkan Literasi Digital, BRK Syariah Bekali Pimpinan tentang Penggunaan AI
Finance

Tingkatkan Literasi Digital, BRK Syariah Bekali Pimpinan tentang Penggunaan AI

...

Read moreDetails
Harga dan Spesifikasi Mitsubishi XForce, SUV Kompak Tangguh dengan Fitur Canggih

Harga dan Spesifikasi Mitsubishi XForce, SUV Kompak Tangguh dengan Fitur Canggih

Sepatu Sneaker Puma Wanita Speedcat Croco Pakai Kulit Sapi 98,12%

Sepatu Sneaker Puma Wanita Speedcat Croco Pakai Kulit Sapi 98,12%

35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

Riau Kejar Sisa Target Investasi Rp24,59 Triliun

Riau Kejar Sisa Target Investasi Rp24,59 Triliun

Data Kondisi Jalan Riau 2026 Masih Tunggu Verifikasi Kementerian PUPR

Data Kondisi Jalan Riau 2026 Masih Tunggu Verifikasi Kementerian PUPR

Next Post
UMKM disabilitas

Lewat Cara Ini, Kelompok Disabilitas yang Tergabung di UMKM Bertuah dapat Tingkatkan Daya Saing Produk

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.