• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 8, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Pola Perdagangan Beras di Riau, Harga Naik Hingga 20% Lebih Saat Tiba di Masyarakat

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
16 November 2021
106
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa pola perdagangan beras di Provinsi Riau tidak jauh berbeda dengan komoditi lainnya, dan pola ini juga masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

Kepala BPS Provinsi Riau Misparuddin menjelaskan, distribusi perdagangan komoditi beras untuk di Riau disuplai dari daerah produsen mengingat sejauh ini Riau masih belum mampu memenuhi kebutuhan beras masyarakat secara mandiri.

“Dari hasil survei yang kami lakukan bahwa distribusi perdagangan komoditas beras dari luar provinsi hingga ke konsumen akhir di Provinsi Riau, masih melibatkan sejumlah pelaku perdagangan yaitu distributor, pedagang grosir, pedagang    pengepul, agen ke swalayan/supermarket dan    pedagang eceran, barulah tiba di tangan masyarakat,” sebutnya.

Jika melihat dari pola tersebut, distribusi komoditi besar di Riau melalui proses yang panjang. Hal tersebut tentu sangat berpengaruh terhadap kenaikan harga. Sementara itu, pelaku perdagangan yang terlibat dalam pola utama terdiri dari pedagang grosir dan pedagang eceran.

Dia menambahkan, pola utama distribusi perdagangan beras tahun 2020 memiliki jumlah rantai dan pelaku perdagangan yang sama seperti pola utama tahun 2019, dengan kenaikan harga sebesar 2,83%.

Dirincikan pula, pola utama untuk perdagangan komoditi ini selama 2020 antara lain; produsen ke pedagang grosir (harga naik 7,00%). Lalu pedagang grosir ke pedagang eceran (naik 13,06%), dari pedagang eceran ke konsumen/masyarakat (naik 20,97%).

Jika dilihat secara grafik pola perdagangan beras yang diuraikan BPS, pada tahun 2020 mengalami kenaikan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan tahun 2019, yakni; produsen ke pedagang grosir (harga naik 7,72%). Lalu pedagang grosir ke pedagang eceran (naik 9,67%), dari pedagang eceran ke konsumen/masyarakat (naik 18,14%).

“Hasil survei Poldis ini menunjukkan bahwa pola distribusi perdagangan komoditas beras adalah 20,97%. Hal tersebut mengindikasikan bahwa kenaikan harga beras dari produsen sampai ke konsumen akhir berdasarkan pola utamanya adalah sebesar 20,97%,” tuturnya. (bpc2)

Tags: pola perdaganganpola perdagangan berasprodusen berasrantai pasok beras
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

No Content Available
Next Post
harga kopra riau

Berikut Ini Harga Kelapa, Kopra, Pinang dan Tepung Sagu di Riau Pekan Ini

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.