• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 30, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Penyakit Sapi Ngorok Muncul Kembali di Kampar

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
12 April 2023
Penyakit sapi ngorok

Penyakit sapi ngorok kembali serang hewan ternak di Kampar (Ilustrasi/Pixabay)

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Kasus penyakit sapi ngorok kembali muncul di Sungai Pagar, Kabupaten Kampar, Riau.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau mencatat penyakit Septicaemia Epizootica (SE) atau sapi ngorok di Kampar menewaskan 2 hewan ternak.

Kabid Kesehatan Hewan Faralinda Sari mengatakan, penyakit sapi ngorok yang menyebab 2 hewan ternak warga mati itu diduga terpapar dari hewan ternak lainnya di daerah itu.

“Laporan yang kami terima ada 2 ternak yang mati karena penyakit ini, namun yang terpapar kemungkinan lebih dari itu,” katanya.

Kesimpulan sementara, kata dia, SE yang menewaskan hewan ternak di Sungai Pagar itu sangat mungkin terpapar dari ternak sebelumnya yang juga sudah terpapar penyakit sama, tepatnya di daerah XIII Koto Kampar. 

“Di mana, saat itu banyak ternak yang dijual meskipun daerahnya sudah banyak ditemukan ternak yang terpapar SE,” katanya.

“Dugaan kami ternak-ternak yang dijual itu sudah terpapar SE, dari ternak itulah menular ke ternak lainnya di daerah lain,” tambahnya.

Sejauh ini, kata dia, untuk beberapa kasus memang para peternak enggan untuk melaporkan jika ada kasus kematian hewan ternak mereka.

“Karena takut tak bisa jual hewan ternak mereka. Padahal, jika jual beli ternak terus dilakukan di tengah kondisi ternak terpapar SE akan merugikan peternak lain,” tuturnya.

“Laporkan saja, agar penyebaran penyakit SE ini dapat dihentikan,” ujarnya.***

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Pekan Seni Budaya Riau Kompleks, Bersatu dalam Keragaman
Berita Pilihan

Pekan Seni Budaya Riau Kompleks, Bersatu dalam Keragaman

...

Read moreDetails
Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama

Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026, 10 Tahun Menggerakkan Pendidikan di Pelosok

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Next Post
Dinkes Pekanbaru: Vaksin Covid-19 Gratis Hingga Akhir 2023

Pernikahan Dini Memicu Pertumbuhan Stunting

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.