• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 30, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Pemprov Riau Jangan “Tuli” Masalah Ketahanan Pangan

Tim Redaksi by Tim Redaksi
10 Desember 2015
risiko lonjakan harga pangan

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU -  Kementerian Pertanian RI memita Pemerintah Provinsi Riau untuk tidak “tuli” mendengar segala bentuk persoalan yang mengancam masalah ketahanan pangan di Riau.

Dewan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian RI Dr Garjita Budi mengatakan, masalah ketahanan pangan akan sangat menentukan keberlangsungan jangaka panjang. Sebab setiap persoalan pangan yang terjadi kecenderungan akan membuat masyarakat bergejolak.

“Saya ingin Pemerintah Daerah harus pasang telinga untuk masalah ketahanan pangan di daerah. Hal ini tentu sangan urgen dalam menjaga kestabilan di tengah masyarakat. Persoalan pangan akan mengancam stabilitas keamanan publik,” katanya, Kamis (10/12/2015).

Saat ini ada lebih kurang 37 daerah di Indonesia yang mengalami surplus pangan. Sementara Riau masuk dalam daerah yang defisit untuk ketahanan pangannya. Dia khawatir jika masalah ini terus dibiarkan berlarut-larut akan menyebabkan munculnya masalah lain, sehingga stabilitas ketahanan pangan di Riau akan lebih terganggu.

Garjita menyebutkan saat ini upaya yang sedang dilakukan pemerintah bagaimana ketersediaan pangan saat ini layak konsumsi dan layak dagang. Petani akan memilih untuk tidak mengembangkan komuditi padi jika perhitungan ekonomi yang dapatkan lebih rendah.

Upaya membuka telinga yang dimaksudnya, agar Pemerintah Provinsi Riau selalu siap dalam mengatasi segala bentuk persoalan yang membelit masalah pangan di Riau. Sebab jika hasil panen petani tidak bisa diterima pasar, maka upaya mendorong masyarakat untuk bertani tidak akan terwujud.

“Kalau hasil pangan tidak menopang  atau tidak menghasilkan, serta tidak menopang ekonomi masyarakat, tidak ada artinya juga. Masyarakat akan malas mengembangkan sawah dan tetap akan beralih pada komuditi lain, seperti sawit. Karena itu lebih menjanjikan,” sambungnya.

Dalam hal ketahanan pangan, dia menambahkan bahwa  ketidakseimbangan antara suplai deman juga akan mengganggu ketertiban masyarakat. Dan stok beras di Riau memang bermasalah.

“Belum lagi kalau harga turun. Tahun ini mulai dilakukan pengembangan usaha ketahanan masyarakat disektor pangan ini. Meknismenya Bulog membeli ke petani, dan petani harus untung. Saya juga yakin di Riau masih ada daerah yang dibisa diberdayakan untuk menjadi pusat ketahanan pangan,” katanya. (Melba)

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Soal Perkara Suhardiman Amby, KPK Pastikan Sudah di Tahap Penuntutan
Hukum Kriminal

Soal Perkara Suhardiman Amby, KPK Pastikan Sudah di Tahap Penuntutan

...

Read moreDetails
Segera Disidangkan, Kasus Dugaan Suap Suhardiman Amby Masuk Tahap II

Segera Disidangkan, Kasus Dugaan Suap Suhardiman Amby Masuk Tahap II

Tingkatkan Literasi Digital, BRK Syariah Bekali Pimpinan tentang Penggunaan AI

Tingkatkan Literasi Digital, BRK Syariah Bekali Pimpinan tentang Penggunaan AI

Harga dan Spesifikasi Mitsubishi XForce, SUV Kompak Tangguh dengan Fitur Canggih

Harga dan Spesifikasi Mitsubishi XForce, SUV Kompak Tangguh dengan Fitur Canggih

Sepatu Sneaker Puma Wanita Speedcat Croco Pakai Kulit Sapi 98,12%

Sepatu Sneaker Puma Wanita Speedcat Croco Pakai Kulit Sapi 98,12%

35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

Next Post

Uang Makan Pejabat Rp 14 Miliar, Aktivis: Boleh, Asal Bawa 20 Anak Yatim

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.