• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Nasehat Umar Bin Khattab: Uang Rakyat Jangan Pernah Berikan untuk Keluargamu!

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
1 Maret 2023
Uang Rakyat

Uang Rakyat

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Rasulullah SAW dan para sahabatnya, sangat taat kepada Allah, dan bertanggung jawab terhadap hak dan kewajiban mereka. Termasuk dalam mengelola uang rakyat.

Sebagai Amirul Mukminin mereka memang orang-orang terpilih yang tak pernah diragukan dalam menjaga amanah. Bahkan dalam urusan uang, sekecil apapun nominalnya.

Seperti sahabat Nabi, Umar Bin Khattab, saat menjadi pemimpin umat Islam menggantikan Rasulullah SAW, Umar menekankan kepada siapapun, bahkan anak-anaknya, untuk tidak sedikitpun memakan uang rakyat.

Dalam sebuah riwayat yang ditulis dalam buku; Sang Legenda Umar bin Khattab, karya Yahya bin Yazid Al Hukmi Al Faifi, termuat sebuah kisah yang mengandung keteladanan.

Pada suatu hari, Umar bin Khattab mendapatkan kiriman berupa uang. Putri Umar, Hafsah yang juga istri baginda Rasulullah, datang kepada ayahnya.

“Wahai Amirul Mukminin, saya sarankan kepada ayahanda supaya memberikan sebagian dari harta ini untuk keluarga dan kerabat. Sesungguhnya Allah mewasiatkan untuk mereka,” kata Hafsah.

Umar kemudian menolaknya. Menurut Umar, keluarganya hanya berhak menerima uang dari dirinya, bukan uang yang dipungut dari rakyat. Setiap harga yang diterima sudah ada peruntukannya, termasuk sudah ada hak-hak orang lain di atasnya.

“Putriku, keluarga, dan kerabat hanya berhak menerima harta dariku. Sedangkan harta ini, yang berhak hanya kaum muslimin. Putriku, engkau ingin merayu ayahmu dan menasihati kerabatmu. Bangkitlah!”

Hafsah kemudian bangkit dan berdiri menahan rasa malu.***

Share4Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita Pilihan

Putusan Komisi Informasi Provinsi Riau Kontradiktif, Warga Lanjut Gugat ke PTUN

...

Read moreDetails
Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya Jadi Danau Terdalam ke 12 di Dunia

Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya jadi Danau Terdalam Ke 12 di Dunia

5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Ini 5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Heboh Isu BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Heboh Kabar BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Next Post
Prolegda riau 2023

Pemprov Riau dan DPRD Hanya Sepakati 10 Prolegda di Tahun Ini

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.