• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 7, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Ketimpangan Penguasaan Lahan Sawit Jadi Penyebab Munculnya Kartel Harga Minyak Goreng

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
31 Mei 2022
penguasaan lahan sawit

Kebun sawit.

114
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Ketimpangan yang besar atas penguasaan lahan perkebunan kelapa sawit—oleh segelintir pihak—disinyalir menjadi penyebab munculnya kartel harga terhadap komoditi minyak goreng.

Komisi Pengawas Persaingan Usaha [KPPU] mencatat 54,42% luas perkebunan sawit dikuasai hanya oleh 0,07% pelaku usaha sawit atau swasta. Sebaliknya, sisanya dikuasai oleh rakyat dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). 

Ketua KPPU Ukay Karyadi menyampaikan jika industri hulu dikuasai segelintir pengusaha tentunya para pemain baru kelapa sawit di hilir akan sulit untuk masuk. Dengan begitu, kata dia, harga minyak goreng akan sulit turun di pasaran. 

“Jadi kartel bisa dimulai dari hulunya, kenapa perlu ditata dari hulu ke hilir. Ini perlu dukungan politik yang kuat dan semua pihak agar minyak goreng ini kembali sehat,” ujar Ukay dalam jumpa pers secara virtual, Selasa, 31 Mei 2022.

Berdasarkan data BPS dan Kementerian Pertanian, pekebun rakyat rata-rata hanya memiliki 2,21 hektar luas lahan sawit. Sebaliknya, luas perkebunan yang dimiliki swasta rata-rata menguasai 4.247 hektar, dan perkebunan negara hanya rata-rata hanya menguasai 3.320 hektar. 

Sementara itu, ketimpangan Hak Guna Usaha (HGU) sebesar 0,77 atau termasuk tinggi. Hampir semua provinsi memiliki ketimpangan yang tinggi dari 0,5-1. 

Ukay mengatakan hal tersebut terbukti dengan harga minyak goreng curah yang hanya turun rata-rata tiap daerah 10 persen saja hingga saat ini dan masih jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) pemerintah. 

Sementara itu, minyak goreng kemasan harganya stabil bahkan cenderung naik sejak pelarangan minyak sawit mentah (CPO). Padahal, kata dia, harga tandan buah segar (TBS) sawit petani justru anjlok hingga 40% usai kebijakan pelarangan ekspor CPO. Usai pencabutan larangan itu, harga TBS juga masih belum naik signifikan. 

“Jika semua ditetapkan harga internasional buat apa swasembada, kan kita nomor 1 produksinya CPO ini. tentunya harus menentukan harga dunia karena kita pemasok terbesar. Ini perlu dukungan politik terbesar,” ujarnya.

Menurut data KPPU, pelaku usaha sawit besar seperti Sinar Mas memiliki 3 perusahaan minyak goreng dan 21 perusahaan perkebunan sawit. Musim Mas memiliki 8 perusahaan minyak goreng dan 2 perusahaan perkebunan sawit. 

Grup Wilmar memiliki 7 perusahaan minyak goreng dan 11 perusahaan perkebunan sawit. Kemudian grup Royal Golden Eagle mempunyai 4 perusahaan minyak goreng dan 30 perusahaan perkebunan sawit dan Indofood memiliki 1 perusahaan minyak goreng dan 24 perusahaan perkebunan sawit. 

Meski begitu, KPPU belum bisa menyebutkan masing-masing kepemilikan lahan dari perusahaan-perusahaan tersebut.***

Tags: kartel hargakebun sawitminyak gorengpengusaan lahan sawitperusahaan sawit
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Harga Minyak Goreng dan Gula Pasir di Riau, Cek Rinciannya
Regional

Harga Minyak Goreng dan Gula Pasir di Riau, Cek Rinciannya

...

Read moreDetails

Polda Riau Tetapkan PT Musim Mas Tersangka Korporasi, Sawit Ilegal Rusak Sempadan Sungai Air Hitam

Pemprov Riau Dorong Integrasi Sawit dan Peternakan Sapi untuk Tunjang Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Pemprov Riau Dorong Integrasi Sawit dan Peternakan Sapi untuk Tunjang Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Tindak Tegas Pelaku Pemalsuan MinyaKita

Tindak Tegas Pelaku Pemalsuan MinyaKita

Pemprov Riau Dorong Kabupaten/Kota Lakukan Pendataan Ulang Kebun Kelapa Sawit di Kawasan Hutan

Pemprov Riau Dorong Kabupaten/Kota Lakukan Pendataan Ulang Kebun Kelapa Sawit di Kawasan Hutan

Harga TBS Kelapa Sawit Mitra Plasma Naik, Tapi Swadaya Turun, Berikut Ini Rinciannya

Harga TBS Kelapa Sawit Mitra Plasma Naik, Tapi Swadaya Turun, Berikut Ini Rinciannya

Next Post

Didemo Ribuan Massa, Kejati Diminta Usut Syamsuar di Kasus Dugaan Korupsi Hibah Siak

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.