BERTUAHPOS– Efisiensi anggaran di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau sepertinya hanya berlaku bagi unit kerja tertentu saja, tidak untuk pimpinan. Belum lama ini, Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau diketahui membeli satu buah kasur mewah untuk tempat tidur Gubernur Riau dengan nilai fantastis, yakni Rp149 juta.
Pengadaan kasur dengan harga selangit tersebut sontak menimbulkan reaksi keras dari masyarakat. Banyak pihak menilai pembelian itu tidak masuk akal, apalagi saat Pemprov Riau tengah menghadapi defisit anggaran yang cukup besar. Kritik pun ramai dilontarkan di media sosial, menandakan kekecewaan publik atas kebijakan yang dianggap tidak sensitif terhadap kondisi daerah.
Salah satu yang ikut menyoroti isu ini adalah presenter Metro TV, Valentinus Reza. Dengan gaya khasnya membawa berita yang kocak namun penuh sindiran tajam, Reza tak segan-segan meroasting keputusan pembelian kasur mewah tersebut. Ia menyebut, kasur senilai Rp149 juta di tengah krisis anggaran adalah sesuatu yang sulit diterima akal sehat.
“Soal pembelian kasur seharga 149 juta rupiah, saat defisit anggaran. Bayangin kasur, 149 juta itu kalau dipakai buat tidur, mimpinya lagi digeledah KPK,” ucap Reza dalam tayangan berita yang ia bawakan, membuat penonton terpingkal namun sekaligus merenung.
Tak berhenti sampai di situ, Reza juga menyinggung aksi protes mahasiswa Universitas Riau (Unri) yang beberapa waktu lalu menyoroti jalan rusak di sejumlah wilayah. Menurutnya, keluhan masyarakat tentang infrastruktur yang tak kunjung diperbaiki menunjukkan adanya jurang besar antara janji kampanye dan realisasi di lapangan.
“Ini ibarat janji manis dengan gebetan, besok diajak ke pantai, eh ternyata cuma diajak ngopi di flyover,” sindir Reza, disambut tawa audiens yang menyaksikan program tersebut.
Sindiran satir Reza dengan cepat menyebar luas di media sosial. Banyak warganet menilai ucapannya mewakili kekecewaan masyarakat Riau terhadap gaya hidup pejabat yang tidak sejalan dengan kondisi daerah. Sebagian netizen bahkan mengunggah meme dan komentar yang memperkuat kritik terhadap pengadaan barang mewah di lingkungan Pemprov.
Kasus kasur Rp149 juta ini sekaligus menjadi potret kontras antara kemewahan fasilitas pejabat dan realitas di lapangan, di mana masyarakat masih harus berhadapan dengan infrastruktur buruk dan keterbatasan layanan publik. Kritik demi kritik pun diprediksi akan terus mengalir selama gaya hidup pejabat dianggap jauh dari prinsip efisiensi dan keberpihakan kepada rakyat.***




