• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 9, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Kader Demokrat: Hanya Menkes dan Kapolri yang Bekerja Dengan Empati Tinggi Pada Rakyat

Romi J. by Romi J.
16 Juli 2021
103
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Kepala Bappilu Partai Demokrat, Andi Arief menilai hanya ada dua pejabat yang sungguh-sunguh bekerja dengan empati tinggi pada rakyat di tengah pandemi Covid-19.

Dua pejabat itu, menurut Andi Arief, adalah Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dan Kapolri, Listyo Sigit Prabowo.

“Hanya Menkes dan Kapolri yang menurut saya masuk kategori pejabat negara yang sungguh-sungguh bekerja dengan empati yang tinggi serta fokus pada keselamatan rakyat saat pandemi ini,” cuit Andi di akun twitternya, @Andiarief_, Jumat 16 Juli 2021.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopohukam) Mahfud MD mengaku memiliki banyak waktu luang selama PPKM.

Karena itu, kata Mahfud, dirinya bisa menonton sinetron dengan judul Ikatan Cinta.

“PPKM memberi kesempatan kpd sy nonton serial sinetron Ikatan Cinta,” tulis Mahfud di akun twitternya, @mohmahfudmd.

Mahfud MD mengaku dirinya menikmati sinetron tersebut. Namun, dia juga menilai jika sinetron tersebut tidak sesuai dengan kaidah hukum.

Mahfud mengomentari salah satu adegan dimana seorang pemain mengaku membunuh dan langsung ditahan. Padahal, kata Mahfud, pengakuan dalam hukum pidana bukan bukti yang kuat.

“Asyik jg sih, meski agak muter-muter. Tp pemahaman hukum penulis cerita kurang pas. Sarah yg mengaku dan minta dihukum krn membunuh Roy langsung ditahan. Padahal pengakuan dlm hukum pidana itu bkn bukti yg kuat,” tambah dia. (bpc4)

Tags: andi ariefdemokratempatipejabat
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Romi J.

Romi J.

Editor: Hendra
Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Ini Harapan AHY Setelah MK Putuskan PHPU
Politik

Ini Harapan AHY Setelah MK Putuskan PHPU

...

Read moreDetails
Cak Imin AHY SBY

Apa Nggak Mau Ketemu Demokrat, Cak Imin ke AHY: Itu Takdir

Rizki JP Poliang mundur

Rizki JP Poliang Ungkap Alasannya Mundur dari Golkar dan Bakal Maju Caleg dari Demokrat

Mundur Dari Partai Golkar, Rizki JP Poliang Bergabung di Demokrat

Pertemuan Surya Paloh dengan AHY

PKS Legowo Soal Keputusan Surya Paloh, “Tak Ada yang Lebih Penting dari Negara”

NasDem, Demokrat dan PKS Deklarasi Koalisi 10 November   

Next Post
Sekolah pekanbaru

Pemko Pekanbaru Target Selesaikan Vaksinasi 123 Ribu Pelajar Pada Desember

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.