• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Minggu, Oktober 4, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Catatan 30 Agustus: Referendum Timor Timur

Romi J. by Romi J.
30 Agustus 2021
310
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Saat memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, Soekarno menyebutkan wilayah Indonesia adalah seluruh bekas jajahan Belanda. Soekarno berprinsip kepada azas uti possidetis juris.

Azas uti possidetis juris sendiri mengatur bahwa negara jajahan yang baru merdeka, batas wilayahnya sama dengan bekas wilayah penjajahnya. Dengan demikian, Indonesia merdeka wilayahnya adalah seluruh wilayah Hindia Belanda.

Timor Timur tidaklah termasuk didalamnya. Timor Timur adalah jajahan Portugis. Namun, Soeharto tak berpikir demikian, dan memasukkan Timor Timur sebagai wilayah Indonesia.

Tahun 1970, Timor Timur sebenarnya sudah bersiap untuk menjadi negara merdeka. Konstitusi di Portugis memerintahkan negara tersebut melepaskan negara jajahannya.

7 Desember 1975, Indonesia secara resmi menyerang Timor Timur dengan nama Operasi Seroja. Soeharto mendapatkan dukungan Amerika Serikat, yang khawatir Timor Timur mendapatkan pengaruh komunis.

Timor Timur dipertahankan oleh Front Revolusioner Independen Timor Timur (Fretilin), partai pro kemerdekaan. Pasukan Falintil, sayap militer Fretilin terdesak. 7 Desember 1975 malam, Kota Dili berhasil dikuasai pasukan Indonesia. Kota terbesar kedua, Baucau dikuasai pada 10 Desember 1975.

17 Juli 1976, Indonesia secara resmi memasukkan Timor Timur sebagai provinsi ke-27. Hingga akhir 1976, tercatat ada 10.000 pasukan Indonesia di Kota Dili. 20.000 lainnya menyebar di seluruh wilayah Timor Timur. Fretilin terdesak, dan tetap berjuang dengan cara gerilya.

Sejak penyerbuan Operasi Seroja, pasukan Indonesia banyak melakukan kekerasan terhadap penduduk sipil. Salah satunya adalah peristiwa Pembantaian Santa Cruz, dimana ratusan pemuda membentangkan bendera Fretilin dan meneriakkan pro kemerdekaan. Barisan pemuda tersebut diberondong oleh tentara Indonesia. 250 pemuda tewas tertembus peluru tajam.

Kekejaman tentara Indonesia lainnya dimasukkan kedalam film berjudul Beatriz’s War pada tahun 2013. Dalam film tersebut, dimasukkan adegan tentara Indonesia membariskan puluhan laki-laki Timor Timur di pinggir sungai. Kemudian, tentara Indonesia menembaki barisan laki-laki tersebut. Beatriz hanya bisa bersembunyi, dan baru bisa keluar saat para tentara itu sudah pergi. Dengan meraung-raung, Beatriz mencari mayat suaminya, Tomas.

CAVR (Commission for Reception, Truth and Reconciliation) memperkirakan ada 102.800 korban tewas akibat konflik di Timor Timur. 18.600 diantaranya tewas karena dibunuh atau hilang. 84.000 tewas akibat kelaparan ataupun sakit parah.

CAVR juga menyebutkan 70 persen dari angka tersebut merupakan tanggung jawab Indonesia. Sejumlah jenderal disebutkan, diantaranya Wiranto dan Prabowo. Wiranto disebutkan bertanggungjawa atas pelanggaran HAM berat saat Indonesia menginvasi Timor Timur. Prabowo dituding sebagai dalang pembantaian di Desa Kraras, desa terpencil yang hampir seluruh penduduknya janda, karena hampir semua laki-laki dieksekusi mati.

Akhirnya, setelah kejatuhan Soeharto, Habibie memberikan referendum bagi rakyat Timor Timur. 30 Agustus 1999, rakyat Timor diberi dua pilihan, merdeka atau otonomi khusus.

Hasilnya, 78,50 persen atau 344.580 suara dari 438,968 memilih merdeka. 94.388 suara atau 21,50 persen memilih bergabung dengan Indonesia.

Akhirnya, Timor Timur bebas dari Indonesia. 20 Mei 2002, Timor Timur dengan nama Timor Leste diterima sebagai negara anggota PBB.

Mereka yang pro Indonesia kemudian mengungsi ke Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan jumlah 24.524 kepala keluarga, atau 104.436 jiwa. (bpc4)

Tags: referendumtimorTimor Timur
Share8Tweet5Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Romi J.

Romi J.

Editor: Hendra
Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita

Catatan Sejarah 28 November: Fretilin Nyatakan Timor Timur Merdeka dari Portugis

...

Read moreDetails
Operasi seroja

Video: Apa Peran Wiranto dan Prabowo dalam Operasi Operasi Seroja

Kisah Kelam Operasi Seroja, Sampai Ada Kampung Janda

Catatan Sejarah 20 Mei: Lepasnya Timor Timur

Catatan Sejarah 7 Januari: Integrasi Timtim dengan Indonesia

Catatan Sejarah 28 November: Fretilin Nyatakan Timor Timur Merdeka dari Portugis

Next Post

Ronaldo Datang, MU Bikin Rekor Tak Terkalahkan

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.