• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 8, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Ahli Epidemiologi: di Jakarta Banyak Rapid Antigen Murah, Riau Perlu Waspadai Kenaikan Kasus Corona

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
3 Juli 2021
Swab massal

Kegiatan swab massal di Pemprov Riau - Foto: Melba / Bertuahpos

109
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Ahli Epidemiologi dari Riau dokter Wildan Asfan Hasibuan meminta Pemprov Riau mewaspadai adanya lonjakan kasus Covid-19. Pertimbangan ini lantaran masih dibukanya pintu masuk setiap daerah, baik melalui udara maupun laut.

“Dengan demikian potensi risiko kembali naiknya angka kasus terkonfirmasi Covid-19 di Riau masih sangat besar,” ujarnya, Sabtu, 3 Juli 2021.

Dia juga mengingatkan pemerintah daerah tidak bisa serta merta mengandalkan surat bebas Covid-19 yang selama ini dipakai sebagai syarat perjalanan, 

“Apalagi saat ini di Jakarta banyak beredar rapid antigen murah yang kualitasnya tidak diketahui, apakah memenuhi standar dan ada izin dari BBPOM atau tidak,” terangnya.

Dalam 2 hari belakangan, angka kasus positif harian Covid-19 di Riau memang naik. Kondisi seperti ini sudah menjadi warning bagi pemda agar bersikap waspada terhadap segala kemungkinan yang akan terjadi. “Atensi itu terutama terhadap orang-orang yang datang dari Pulau Jawa,” tuturnya.

“Jawa dan Bali kini sudah mewajibkan PCR sebagai syarat wajib melakukan perjalanan. Termasuk bukti vaksin. Sebagai bentuk antisipasi maka tak salah juga kalau Riau juga memberlakukan syarat yang sama,” usulnya. (bpc2)

Tags: Ahli epidemiologiCorona riauCOVID-19 Riaulonjakan kasus
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

sifat omicron, fakta-fakta baru omicron
Berita

BKD Sebut Data Jumlah Pegawai Pemprov Riau Positif Covid-19 Akan Didata Ulang

...

Read moreDetails
puncak omicron indonesia, proyeksi pertumbuhan ekonomi 2022

Jubir Satgas Covid-19 Sebut Saat Ini Ada 839 Probable Omicron di Riau

Ilustrasi Covid-19 (net)

351 Orang di Riau Dinyatakan Positif Covid-19 Hari Ini

vaksinasi anak

Penjelasan Ahli Epidemiologi Soal Vaksinasi Covid-19 pada Anak, Sama Seperti Imunisasi di Pos Yandu

Isolasi Mandiri Pasien Covid

Gubri Syamsuar: Semoga Kali Ini Tak Sama Seperti Tahun Lalu

vaksinasi anak

PPKM Level 3 se-Indonesia Batal, Ahli Epidemiologi: Perhatikan Tempat yang Berpotensi Kerumunan di Riau

Next Post
Fahri hamzah

Fahri Hamzah Sentil Jokowi Soal Sopan Santun

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.