• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 23, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

245 Anak Mengidap Gagal Ginjal Akut, Politisi PDIP ini Sebut BPOM tidak Bekerja

Tim Redaksi by Tim Redaksi
26 Oktober 2022
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Setidaknya saat ini sebanyak 245 anak mengidap penyakit gagal ginjal akut. Sebanyak 80 persen dari kasus ini tersebar DKI Jakarta, Jawa Barat, Aceh, Jawa Timur, Sumatra Barat, Bali, Banten dan Sumatra Utara.

Jumlah provinsi yang melaporkan kasus ini juga bertambah menjadi 26 dari sebelumnya 22 provinsi. Angka kematiannya pun naik dari sebelumnya 133 anak pada Jumat lalu menjadi 141 anak.

Kasus gagal ginjal akut pada anak ini diduga diakibatkan jenis obat sirup yang mengandung Etilen Glikol (E), Dietilen Glikol (DEG) dan Etilen Glikol Butil Eter (EGBE) melebihi ambang batas. Pemerintah kini telah melarang penjualan obat batuk cair untuk mencegah cemaran itu mengontaminasi lebih banyak anak.

Ruslan Tarigan, anggota Komisi III DPRD Kota Pekanbaru menilai Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kecolongan atau tidak bekerja, padahal BPOM sudah diberikan anggaran oleh negara untuk mengawasi peredaran makanan dan juga obat-obatan di Indonesia.

“Sampai sekarang belum ada yang menyatakan siap yang bertanggungjawab, jangan-jangan obat yang beredar ada juga yang terkena narkoba,” katanya, Rabu 27 Oktober 2022.

Lanjut politisi PDI-P ini, BPOM selaku garda terdepan harus rajin melakukan penelitian obat-obatan, makanan hingga jamu tradisional yang beredar di Indonesia.

“Jangan hanya obat Sirup saja, semua jenis obat sekarang diperiksa. Jangan udah ada kejadian baru mau kerja,” tegasnya.

Terkait dengan kelalaian ini, Ruslan juga meminta pihak kepolisian dan juga kejaksaan untuk turun tangan menyelidiki dan memeriksa BPOM.

Selain itu dia juga mengkritik pemerintah yang doyan melakukan import, sehingga peredaran obat-obatan ini sulit dikendalikan oleh pemerintah sendiri.

“Selamatkan masyarakat Indonesia seperti apa yang diamanatkan oleh undang-undang, jangan apa-apa import,” tutupnya.***[Heri]

Tags: 245 Anak Mengidap Gagal Ginjal Akutpolitisi pdip
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Ruhut Sitompul
Berita

Ruhut Sitompul 45 Tokoh Bikin Petisi IKN Jangan Macam-macam

...

Read moreDetails
Next Post
zona khas pekanbaru, bisnis kuliner di Pekanbaru

Bisnis Kuliner di Pekanbaru Sangat Seksi, Ini Kata Asosiasi Chef

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.