Zulfan: Kalau Tidak Profesional Kok Baru Hari Ini Dibilang?

Selasa, 16 Februari 2016 09:39

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Anggota DPRD Pekanbaru Zulfan Hafiz mengkritisi pernyataan yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Pekanbaru Helda S Munir terkait kemunduran delapan kepala puskesmas.

Menurut Zulfan, penyampaian Kadiskes tersebut merupakan lelucon karena ketidak profesional mereka dalam menjalankan tugas mereka sebagai kepala puskesmas. “Kalau mereka tidak profesional kok baru hari ini di bilang. Artinya yang tidak profesional itu siapa?” kata Zulfan, Senin (15/2/2016).

Dirinya juga mengharapkan kepada Komisi III DPRD Pekanbaru untuk bisa memanggil delapan kepala puskesmas yang mundur agar diketahui secara pasti detail persoalan yang dihadapi kepala puskesmas tersebut.

Selain itu, adanya informasi terkait wali kota yang tetap mempertahankan delapan kepala puskemas tersebut Zulfan tidak mempermasalahkan hal tersebut. Hanya saja wali kota harus mencari tahu persoalan yang terjadi

Baca: Ratusan Pedagang Ramayana Tuntut Pengelola, Aksi Demonstrasi Lakukan di Jalan Protokol Pekanbaru

“Kalau memang mereka tidak nyaman dengan sesuatu hal dan membuat mereka rugi di kemudian hari wako harus punya sikap yang jelas juga. Jangan hanya kita mendiskreditkan kalau apa yang dilakukan kepala puskesmas ini salah,” tutupnya.

Sebelumnya, Zulfan Hafiz mempertanyakan pemerintah Kota Pekanbaru kenapa bisa sampai mundurnya 8 kepala puskesmas di Pekanbaru dimasa menjalankan tugasnya. Zulfan juga mempertanyakan bagaimana Pemko merekrut dan menempatkan pejabat diposisinya.

“Kemarin Nasri yang jadi kadis PU Bina Marga dan Musa juga mundur dari Kepala BPKAD Sekarang delapan kepala puskesmas, Ini tentu menjadi tanda tanya besar? Ada apa ini dan pemko sendiri bagaimana merekrut orang-orang ini dan menempatkan di posisi itu,” ujar Zulfan.

Meskipun dirinya mempertanyakan hal tersebut, Zulfan Hafis yang merupakan politisi NasDem tersebut  juga mengungkapkan alasan kenapa kedelapan kepala puskesmas tersebut mundur. Katanya, alasan kemunduran tersebut dikarenakan adanya persoalan BPJS yang rancu ditingkat Puskesmas.

“Selain itu adanya badan pengelolaan keuangan puskesmas yang mau diswastakan. Serta permasalahan ambulan yang diterima puskesmas kondisinya bekas tetapi ditandatanganinya baru,” katanya.

Jika memang hal tersebut menjadi alasan bahwa kedelapan kepala puskesmas tersebut mundur, Zulfan sendiri mengapresiasi hal tersebut. “Berarti mereka masih punya pemikiran yang bagus Inilah yang kita harapkan jadi pemimpin kedepan,” sambungnya. (iqbal)