• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 30, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Warga AS Protes Soal Kekerasan Terhadap Muslim di India

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
1 Maret 2020
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM – Ada ratusan orang keturunan India di AS turun kejalan untuk melakikan aksi unjuk rasa. Mera protes atas tindakan kekerasan terhadap warga muslim di india. Aksi itu berlangsung di depan Konsulat India yang berada disejumlah kota besar di AS, pada Jumat malam lalu.

Di luar konsulat India di New York pada Jumat malam, pengunjuk rasa berkumpul dan meneriakkan “Shame! (Memalukan!)” kepada petugas yang keluar-masuk gedung konsulat. “Kami lelah,” kata Sana Qutubuddin, seorang aktivis dari Alliance for Justice and Accountability, saat berorasi.

Aliansi ini adalah pihak yang berupaya mengorganisir massa pada Jumat malam itu bersama Dewan Muslim Amerika India, Inisiatif Solidaritas Asia Selatan, dan Labs Equality.

Organisasi masyarakat sipil lainnya seperti Alliance for South Asians Taking Action, Chicago Against Hindu Fascism dan Bay Area Against Hindu Fascism juga memprotes kekerasan terburuk di Delhi sejak 1984 itu. Pada 1984 kekerasan menewaskan 3.000 minoritas Sikh di era kepemimpinan Perdana Menteri Indira Gandhi.

“Saya berada di sana untuk ikut serta berduka dengan sebuah komunitas yang memahami betapa mengerikan kekerasan genosida yang terjadi di Delhi,” kata Qutubuddin kepada Aljazirah menceritakan kehadirannya pada aksi di depan kantor konsulat itu. “Dan berada di ruang yang mengakui apa arti momen ini dalam sejarah India modern,” ujarnya.

Panitia memperkirakan hampir 300 orang muncul di rapat umum New York di mana mereka meneriakkan slogan-slogan untuk mencabut Undang-Undang Amendemen Kewarganegaraan (CAA), dan menyoroti ideologi “fasis” pemerintah Partai Bharatiya Janata (BJP) saat ini yang menargetkan Hindu berkasta rendah dan minoritas agama lain.

Akar ideologis BJP adalah Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS) — organisasi supremasi paramiliter Hindu yang diilhami oleh fasis dan Nazi Eropa — yang menyerukan India, negara sekuler resmi, agar dinyatakan sebagai Hindu Rashtra atau negara Hindu.

Pada aksi di New York, para pengunjuk rasa memainkan AQmusik dan mengadakan aksi di sekitar blok konsulat untuk memberi tahu para tetangga konsulat bahwa kebisuan mereka membuat mereka ikut serta melakukan genosida. Bagi banyak orang India-Amerika, muncul di protes adalah yang mereka rasa bisa mereka lakukan.

“Saya tumbuh dalam ide idilis India sekuler dan saya benar-benar hancur melihat semua yang saya pikir akan terjadi di India terjadi di bawah pemerintahan Modi,” kata Ishita Srivastava yang telah tinggal di New York selama 12 tahun itu kepada Aljazirah.

bpc3

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Pekan Seni Budaya Riau Kompleks, Bersatu dalam Keragaman
Berita Pilihan

Pekan Seni Budaya Riau Kompleks, Bersatu dalam Keragaman

...

Read moreDetails
Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama

Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026, 10 Tahun Menggerakkan Pendidikan di Pelosok

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Next Post

VAR Selamatkan MU dari Kekalahan Lawan Everton, Ancelotti Dikartu Merah

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.