Wako: TMP Pindah, Sejarah Tidak akan Hilang

Rabu, 20 Agustus 2014 11:43

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Wacana kontroversial Gubernur Riau (Gubri) Annas Maamun ingin memindahkan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Dharma ditolak berbagai kalangan. Sebab dengan pemindahan aset
tersebut bakal turut menghilangkan monumen sejarah Kota Pekanbaru.

Namun Walikota Pekanbaru, Firdaus MT membantahnya. “Dunia ini berkembang, dinamis. Kenapa hilang (Sejarah)? Tidak akan menghilangkan sisi sejarah,” ujarnya Rabu (20/08/2014).

Sambung Wako, dirinya menyetujui pemindahan tersebut selain TMP merupakan aset Pemerintah Provinsi (Pemrov) juga dikarenakan lokasi yang ada sekarang tak lagi representatif.

“Pertimbangannya karena TMP berada ditengah kota dan ukurannya kecil, jadi nilai kesakralan juga berkurang, tidak khidmat lagi. Tidak respresentatif lagi. Makanya kita akan berikan tempat yang strategis dan bisa menjadi kebanggaan warga Kota Pekanbaru nantinya,” jelasnya.

Baca: Rutin Donor Darah, Ajang Kepedulian Anggota Lanud Rsn dan Yonko 462

Sebelumnya Pengamat Perkotaan Pekanbaru, Mardianto Manan saat berbincang bersama bertuahpos.com mengkritik keras wacana pemindahan TMP. Dengan usia kota Pekanbaru yang 230 tahun, masyarakat Riau sudah susah menemui peninggalan sejarah yang usianya mencapai ratusan tahun, pemindahan TMP itu akan menghilangkan kenangan dan karakter Kota Pekanbaru.

Dia menuturkan, ciri-ciri sebuah kota itu berdasarkan zaman dan periodenya. “Jadi jika misalkan kantor gubernur terbagus pada tahun 70an, di saat gedung Dang Merdu yang sudah hancur jadi almarhum karena ditimpa Bank Riau, itu adalah termegah pada tahunnya,” banding Mardianto.

Selain itu juga sudah banyak kenangan kota yang telah dihancurkan oleh Mantan Gubri Rusli Zainal dan Mantan Walikota Herman Abdullah. Seperti Stadion Hangtuah, Tugu Pesawat, Dang Merdu, dan sebagainya.

“Dan sekarang ada satu lagi, TMP namanya. Sekarang saya tanya apa alasan Gubri memindahkan. Kalau alasannya karena sudah semak, saya tidak terima. Seharusnya tanya ke DKP (Dinas Kebersihan dan Pertamanan) kenapa semak. Peninggalan sejaarh itu seharusnya dilindungi bukan dihancurkan,” tegasnya. (riki)