• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Temui Kemendikbud dan KemenPAN-RB, Pemko Pekanbaru Dinilai Harusnya Berikan TPP ke Guru Sertifikasi

Tim Redaksi by Tim Redaksi
29 Maret 2019
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dinilai harusnya tetap memberikan atau membayarkan TPP kepada guru-guru sertifikasi.

Hal tersebut disampaikan oleh Raja Ira salah seorang perwakilan guru sertifikasi yang mendatangi pemerintah pusat bersama Pemko Pekanbaru.

Kepada bertuahpos.com, setidaknya telah dua Kementerian yang menyatakan tidak melarang Pemko Pekanbaru memberikan TPP kepada guru sertifikasi. Salah satunya ialah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, disingkat Kemendikbud.

“Info dari Kemendikbud tentang Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) baik yang nomor 10/33, hanya mengatur TT penyaluran dana dari APBN, bukan dri APBD. Jadi kalau Pemko mau memberikan TPP ke guru-guru ya sah-sah saja. Selama untuk mensejahterakan guru dan tergantung dengan jumlah APBD daerah masing-masing,” jelas perempuan yang akrah disapa Ira, Jumat 29 Maret 2019.

Tak hanya Kemendikbud, Ira juga menuturkan KemenPAN-RB juga tidak melarang pemerintah daerah untuk memberikan double tunjangan kepada ASN.

Baca : Tak Kunjung Ditemui Wako, Ratusan Guru Kembali Baca Yasin Depan Kantor Walikota Pekanbaru

“Info dari KemanPAN-RB, selama peraturan untuk single salary belum ditanda tangani oleh Presiden dan belum diberlakukan, maka daerah berhak untuk memberikan tunjangan kepada para ASN nya, selama APBD daerah mencukupi untuk mensejahterakan ASN nya. Jadi intinya semua kembali ke pemerintah masing-masing di setiap daerah. Sebab peraturan dari KemenPAN-RB sendiri belum begitu jelas,” tuturnya.

Meski telah mendapatkan penjelasan dari dua Kementerian, Ira menuturkan perwakilan guru sertifikasi bersama Pemko Pekanbaru juga akan menemui beberapa kementerian lainnya guna mendapat penjelasan.

“Hari ini kita bertemu Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri),” pungkas Ira.

Seperti yang diketahui, guru sertifikasi mempermasalahkan Peraturan Walikota Nomor 7 Tahun 2019. Dimana disebutkan guru sertifikasi tidak lagi berhak menerima TPP. Hal inilah yang memicu aksi unjuk rasa guru sertifikasi selama 6 hari berturut-turut beberapa waktu lalu.

Aksi unjuk tersebut dilakukan guna meminta Pemko Pekanbaru segera merevisi Perwako tersebut. Namun Pemko Pekanbaru enggan merevisi karena beranggapan telah membuatnya sesuai aturan yang berlaku.

Tak menemui titik temu, Pemko Pekanbaru bersama perwakilan guru sertifikasi akhirnya memutuskan untuk sama-sama mendatangi pemerintah pusat guna mendapatkan penjelasan dan jalan keluar. (bpc9)

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita Pilihan

Putusan Komisi Informasi Provinsi Riau Kontradiktif, Warga Lanjut Gugat ke PTUN

...

Read moreDetails
Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya Jadi Danau Terdalam ke 12 di Dunia

Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya jadi Danau Terdalam Ke 12 di Dunia

5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Ini 5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Heboh Isu BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Heboh Kabar BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Next Post

KPU Perpanjang Masa Pindah Memilih, Warga Bisa Mengurus Hingga H-7 Hari Pencoblosan

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.