Tak Hanya Modal, SDM juga Pengaruhi Pengembangan UMKM

Jumat, 04 Maret 2016 17:12

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU– Saat ini upaya pemerintah dalam mengembangkan sektor Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) memang terus di lakukan. Pemerintah provinsi Riau saat ini tengah gencar memberikan akses permodalan dan pembiayaan, dengan cara menyalurkan Kredit Usaha Rakyat atau KUR, pada sejumlah UMKM di provinsi Riau khususnya Pekanbaru.

Namun, tidak hanya berkutat pada masalah permodalan saja, masalah sumber daya manusia (SDM) yang rendah juga menjadi kendala pengembangan UMKM.

Usaha tembikar adalah contoh nyata UMKM yang sulit berkembang di Pekanbaru, meskipun Pekanbaru memiliki tanah liat (lempung) yang cocok dalam pembuatan Tembikar. Asni yang sebelumnya telah 20 tahun berkecimpung pada usaha bata press, baru menyadari bahwa tanah lempung di Pekanbaru sangat cocok dibuat tembikar asli tanpa campuran.

“Jika di kota lain seperti  Bandung, perajin perlu mencampurkan bahan seperti serbuk kayu sebagai tambahan pembuat tembikar atau gerabah, tanah di Pekanbaru tidak perlu pencampuran, bahkan perajin gerabah dari Bandung sudah mengakui bahwa tanah liat kita sudah memenuhi syarat dalam pembuatan tembikar,” jelas Asni Jumat (4/3/2016).

Baca: 1.512 Personel Satgas Karhutla dengan Gaji Rp145 Per Hari Tak Mampu Cegah Asap di Riau

Meskipun telah memenuhi semua syarat dalam pembuatan tembikar (gerabah), yang menjadi kendala utamanya adalah sumber daya manusia yang ahli dalam membuat tembikar masih jarang di miliki di Pekanbaru.

“Pengrajin tembikar di Pekanbaru bisa saya katakan tidak ada, memakai tenaga kerja dari luar daerah tentunya banyak memakan biaya, selain biaya hidup di Pekanbaru, biasanya pengrajin luar daerah juga meminta biaya transportasi dan biaya hidup keluarganya yang tinggal,” jelas Asni

Pasar tembikar yang masih terbatas serta harus menanggung biaya perajin tembikar yang begitu mahal, Asni menilai tidak sebanding antara pemasukan dan pengeluaran yang diperoleh.

“Sepertinya perajin tembikar luar kota itu tau kalau kita butuh skil nga, sehingga jelas saja mereka mematok harga mahal untuk jasa mereka,” kata Asni.

Tidak hanya sampai di situ, wanita 65 tahun ini juga mengatakan minat masyarakat Pekanbaru akan kerajinan ini juga sangat sedikit. Sehingga para pekerja yang dia berdayakan dari lingkungan rumahnya juga lebih memilih mencetak batu bata press dari pada membuat gerabah atau tembikar yang prosesnya membutuhkan waktu lama

Lebih lanjut warga jalan Taman Buah kelurahan Muara Fajar Rumbai ini juga berharap, pemerintah dapat membuat pelatihan khusus untuk kerajinan Tembikar. Sehingga menjadikan Tembikar sebagai salah satu oleh oleh yang dapat di andalkan bahkan menjadi ciri khas di provinsi Riau kususnya Pekanbaru.

Penulis: Nova