BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Edukasi mengenai sampah plastik akan dimasukkan dalam kurikulum di sekolah, mulai dari tingkat TK hingga SMA. Kebijakan ini merupakan upaya penyadaran bahaya plastik sejak dini.
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman akan menjalin kerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mewujudkan edukasi ini agar bisa masuk dalam kurikulum sekolah. “Sebab edukasi soal sampah plastik ini penting diterapkan sejak dini,” ujar Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan seperti dikutip dari Antara.Â
Tujuannya tidak lain agar ada perhatian publik terhadap bahaya sampah plastik bagi lingkungan. Sebagai percontohan, pada tahun ini kurikulum ini diterapkan pada 13 provinsi. Tahun 2019 barulah akan disasar pada 34 provinsi di Indonesia.Â
Luhut menjelaskan, edukasi sampah plastik ini sejalan dengan Perpres tentang Penanganan Sampah Laut. Meski demikian, edukasi mengenai sampah plastik tersebut bukan pelajaran baru hanya penambahan sejumlah modul.
Masalah sampah plastik cukup menarik perhatian dunia dan ditangani secara serius. Tidak hanya pemerintah, tapi juga oleh banyak penggiat lingkungan lainnya. Memberikan edukasi kepada anak terhadap bahaya sampah plastik sama saja dengan membicarakan kondisi lingkungan di masa depan.Â
Sampah plastik jika dimakan ikan di laut ataupun sungai, kemudian ikan tersebut dimakan ibu hamil, akan melahirkan anak-anak yang stunting atau kerdil. “Kita tidak ingin generasi yang dilahirkan, generasi yang kuntet (kerdil),” katanya. (bpc3)









