• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 30, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Sambangi Kampung Naga : Tumbuk Padi Pakai Alu Keramat

Tim Redaksi by Tim Redaksi
30 Januari 2017
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM (BPC) – Nilai filosofi dari upacara mandi bareng itu adalah, masyarakat di Kampung Naga lebih mengutamakan kebersamaan dan pengorbanan dalam kehidupan sehari-harinya.

Dalam upacara ritual mandi bareng itu, untuk wanita dipisahkan dengan kaum pria, kecuali anak-anak. Sedangkan etika mandi keramas ini, wanita diharuskan memakai kain panjang yang dililitkan untuk menutupi auratnya.

Saat ritual itu digelar, maka suasana di sungai itu nampak lebih  semarak. Sebab seluruh warga Kampung Naga turun beramai-ramai ke sungai dengan bersenda-gurau. Mereka bergembira sekaligus menjalin persaudaraan antar sesama.

Untuk bacaan doa keramas ini tak berbeda dengan umat Islam di daerah lain. Dan setelah melaksankan kegiatan itu, malamnya mereka mengadakan sholat tarawih di balai atau suro yang dipimpin oleh sesepuh Kampung Naga.

Selain ritual itu, masyarakat di daerah ini juga punya kebiasaan lain menjelang datangnya bulan ramadhan ini. Mereka pantang berbicara asal-usul dan silsilah leluhurnya pada setiap hari Rabu. Untuk itu, bila ingin mengorek keterangan tentang sejarah Kampung Naga di bulan ramadhan ini jangan banyak berharap.

Baca: Sambangi Kampung Naga (1) : Ritual Mandi Bareng di Sungai

Saat mendatangi tempat itu, kebetulan kuncennya sedang ada halangan. Hanya bisa bertemu dengan mantan kuncen lama, Kang Ateng. Menurut Kang Ateng, kebiasaan itu hampir setiap datang ramadhanan selalu diadakan di Kampung Naga. Itu merupakan budaya lama nenek moyang yang biasa melakukan saat menjelang bulan puasa tiba.
 
Setelah upacara keramasan bareng-bareng selesai, dilanjutkan dengan menumbuk padi untuk persiapan menghadapi ramadhanan. Dalam menumbuknya, semua warga antri. Mereka kebagian untuk menumbuk. Berkuintal-kuintal gabah itu ditumbuk pakai lesung dan alu kramat sampai menjadi beras yang siap untuk dimasak.

Dan setelah acara itu, diteruskan dengan memotong binatang peliharaan ayam jantan, lalu dimasak ramai-ramai. Setelah itu warga Kampung Naga hari itu melangsungkan kegiatan makan bersama atau dengan istilah umumnya munggahan bersama.

Padi yang ditumbuk hingga dimasak dilengkapi dengan lauk-pauknya, dimakan bersama-sama seusai upacara keramasan di sungai itu. Akhirnya kegiatan itu selesai. Hari pertama menyambut datangnya bulan suci ramadhan di Kampung Naga. (jss/dh/bersambung) 

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Soal Perkara Suhardiman Amby, KPK Pastikan Sudah di Tahap Penuntutan
Hukum Kriminal

Soal Perkara Suhardiman Amby, KPK Pastikan Sudah di Tahap Penuntutan

...

Read moreDetails
Segera Disidangkan, Kasus Dugaan Suap Suhardiman Amby Masuk Tahap II

Segera Disidangkan, Kasus Dugaan Suap Suhardiman Amby Masuk Tahap II

Tingkatkan Literasi Digital, BRK Syariah Bekali Pimpinan tentang Penggunaan AI

Tingkatkan Literasi Digital, BRK Syariah Bekali Pimpinan tentang Penggunaan AI

Harga dan Spesifikasi Mitsubishi XForce, SUV Kompak Tangguh dengan Fitur Canggih

Harga dan Spesifikasi Mitsubishi XForce, SUV Kompak Tangguh dengan Fitur Canggih

Sepatu Sneaker Puma Wanita Speedcat Croco Pakai Kulit Sapi 98,12%

Sepatu Sneaker Puma Wanita Speedcat Croco Pakai Kulit Sapi 98,12%

35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

Next Post

Membludak di Pekanbaru, Selanjutnya Jakcloth Akan Ramaikan Surabaya

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.