Rintis Usaha Untuk Masa Depan Anak

Selasa, 28 Januari 2014 16:10

BERTUAHPOS.COM, Pekanbaru – Mau membuka Usaha Kecil Menengah (UKM), salah satu kuncinya mesti jeli lihat peluang yang ada. Tak mesti tunggu punya tabungan miliyaran rupiah untuk memulainya suatu usaha.

Seperti yang dikisahkan Ilyas, kepada bertuahpos.com Selasa, (28/01/2013). Ia memilih bidang florist sebagai lahan bisnis. “Awalnya lihat-lihat. Terus pikir sepertinya bagus juga buka usaha papan bunga,” ceritanya di kios dekat jalan Suka Karya, Gang Gembira, No 46.

Ilyas belum punya pengalaman membuka usaha ini. Padahal usaha florist perlu  keterampilan mendesain huruf supaya indah dipandang mata. Namun pilihan sudah dijatuhkan. Ia ambil resiko. “Jadi sering-sering lihat kreasi papan bunga orang lain juga. Selanjutnya belajar sendiri. Akhirnya bisa juga, walau belum sebagus mereka yang sudah berpengalaman,” kata Ilyas sambil menyeruput teh di atas meja.

Dengan modal sekitar 20juta, ia menyewa kios yang tidak terlalu besar. Serta mengorder bahan baku ke Medan. Karena di sana harganya terhitung murah.

Baca: Jelang Pilkada Siak, Disdukcapil Ingatkan Warganya Buat E-KTP

Seiring waktu berlalu, usaha yang dirintisnya mulai menunjukkan prospek bagus. Beberapa pelangan dari perusahaan maupun pribadi mulai memesan karyanya. “Sekarang kebanyakan caleg (Calon Legislatif) yang memesan,” ujar Ilyas.

Walau belum menentukan nama dan mengandalkan informasi dari mulut ke mulut. Usahanya ini sudah mulai menunjukkan tren positif. “Kadang pesanan ngak kita ambil, karena papan kita sudah habis di pesan. Makanya sekarang kita nunggu 10 papan lagi siap.”

Saat ini pria paruh baya ini bekerja sendiri, sesekali dibantu sama anak lelakinya.

Saat ditanya soal keuntungan, Ilyas bilang, “Cukup buat makanlah.”

Satu papan bunga di tempat Ilyas seharga Rp 150.000. “Tapi kalau pesan sepasang harganya bisa Rp 200.000,” jelasnya.

Sebenarnya niat Ilyas membuka usaha ini untuk anak lelakinya yang  tamatan SMA. “Kalau sekedar mengandalkan ilmu SMA, tentu masih banyak orang yang memiliki ilmu lebih. Makanya saya rintis usaha ini, agar kelak di saat anak bujang saya sudah matang pemikiran, biar bisa fokus untuk membangun usaha ini. Saya tinggal membangun koneksi keluar,” tuturnya.

Bagi Ilyas tiap usaha yang baru dibuka tentu menghadapi kendala. Namun bukan berarti harus menyerah. (Riki)