Respon Wamen ESDM, Banyak Desa di Riau Tanpa Listrik

Rabu, 14 Juni 2017 20:55

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Kunjungan Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar, memang seharusnya kaget sekaligus heran setelah tahu, kondisi kelistrikan di Riau. 

Sikap seperti itulah yang mendera dirinya, saat mengetahui ada 261 desa di Riau, belum menikmati listrik. “Seharusnya, Riau yang kaya dengan energi tidak mungkin kekurangan listrik,” ujarnya saat berkunjung ke Riau, Rabu (14/6/2017). 

Masalah desa dan rumah masyarakat di Riau belum teraliri listrik itu sesuatu yang biasa bagi Pemerintah Riau sendiri. Namun tidak bagi pemerintah pusat. 

Faktanya berbeda, meski kaya dengan energi, sejak dulu masyarakat di Riau justru sangat sulit untuk menikmati listrik. Angka 261 desa yang belum teraliri listrik itu, sebuah fakta mencengangkan. 

Baca: Pilpres Lancar, KPU Riau Tak Terima Laporan Pelanggaran

“Tentu harus saya verifikasi dulu, apa benar seperti itu,” kata Tahar.  “Apa iya di Riau yang kaya energi tapi malah kekurangan,” tambahnya.

Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman mendampingi Arcandra. Dia meyakinkan bahwa Pemerintah Riau terus berupaya menyelesaikan masalah itu. Target paling lama 2019. Semua desa di Riau sudah dialiri listrik

Direktur Binsi Regional Sumatera PT PLN (Persero), Amir Rosidin, belum lama ini memaparkan soal data itu. Angka 261 ini didapatkan oleh PT PLN (Persero) berdasarkan hasil survei dari tim yang mereka turunkan, bekerjasama dengan salah satu universitas di Riau.

“Ini jumlah terbanyak di Pulau Sumatra. Kalau di daerah lain, angkanya rata-rata di bawah 100. Di Riau sendiri samoai 261 desa,” ujarnya. 

PLN menargetkan tahun 2019 masalah ini selesai. Sejumlah anggaran sudah diperisiapkan. Lebih kuranh 1,1 miliar dolar, atau Rp 14 triliun. Itulah alasan perusahaan milik negara itu akan melakukan pembangunan transmisinya di Riau saat ini.

Dia mengatakan, masalah ini juga berbenturan dengan program listrik masuk desa. Survei yang dilakukan itu tidak hanya mendata jumlah desa tidak teraliri listrik, tapi sebagai bahan perbandingan biaya pengeluaran masyarakat.

Ternyata, rumah tangga belum dialiri listrik pengeluarannya jauh lebih besar ketimbang rumah tangga yang sudah dialiri listrik. 

Amir berharap masalah ini bisa diatasi dalam waktu singkat. Maka dari itu, pembangunan akses jaringan listrik dikebut. Dan ini harus selesai pada tahun 2019 nanti.

Sebagian besar desa belum teraliri listrik itu berada di wilayah pesisir, seperti Rohil, Bengkalis, Meranti dan Inhil. Bahkan di Kabupaten Siak sendiri juga ada desa yang belum masuk listrik. (bpc3)