• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Pindah Ibukota Itu Biasa?

Tim Redaksi by Tim Redaksi
10 Mei 2019
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Presiden Jokowi menganggap beban Jakarta sebagai pusat pemerintahan dan pusat ekonomi RI terlalu berat. Presiden kemudian berniat memindahkan ibukota Indonesia, dengan kandidat terkuat adalah Bukit Soeharto, Kalimantan Timur.

Sebenarnya, rencana pemindahan ibukota bukanlah barang baru. Rencana pemindahan ibukota bahkan sudah diwacanakan pada tahun 1950-an ke Palangkaraya oleh Presiden Soekarno.

Namun, Presiden Jokowi menyatakan bahwa dirinya serius ingin memindahkan ibukota. “Kita ingin menapak sebagai negara maju,” kata Jokowi, Selasa 7 Mei 2019 lalu.

Sebenarnya, jauh sebelum ada Indonesia, pemindahan ibukota adalah hal biasa bagi kerajaan yang ada di Nusantara, seperti Kerajaan Siak Sri Indrapura.

Pada awalnya, Kerajaan Siak yang didirikan Raja Kecik (Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah) pada tahun 1723 beribukota di Kuantan. Anaknya, Sultan Muhammad (Sultan Muhammad Abdul Jalil Muzaffar Syah) yang mulai berkuasa tahun 1746 kemudian memindahkan ibukota Siak lebih ke pedalaman, Mempura.

Pada masa Raja Alam (Sultan Ismail Abdul Alamuddin Syah) yang berkuasa tahun 1761-1766, Ibukota Siak kembali dipindahkan ke Senapelan (Pekanbaru saat ini). 

Kemudian, pada masa Sultan Sayyid Ismail (Sultan Asssaidis Syarif Ismail Abdul Jalil Jalaludin) yang berkuasa tahun 1827-1864, ibukota Siak dipindahkan ke Kota Siak saat ini, hingga masa Sultan Syarif Kasim II. (bpc2)

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita Pilihan

Putusan Komisi Informasi Provinsi Riau Kontradiktif, Warga Lanjut Gugat ke PTUN

...

Read moreDetails
Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya Jadi Danau Terdalam ke 12 di Dunia

Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya jadi Danau Terdalam Ke 12 di Dunia

5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Ini 5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Heboh Isu BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Heboh Kabar BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Next Post

Di Riau, Persiapan Angkutan Lebaran 2019 Dilakukan Lebih Awal

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.