Penyaluran Rastra di Riau Kepri Baru 70 persen

Senin, 04 April 2016 18:18

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU– Antisipasi fluktuasi harga beras, Badan Urusan Logistik (Bulog) divre Riau dan Kepulauan Riau (Kepri) mengoptimalkan penyaluran raskin atau beras sejahtera (rastra). Hingga Senin (04/04/2016), rastra yang sudah disalurkan sepanjang awal tahun ini sudah mencapai 12.403 ton.

Seperti yang dituturkan Humas Bulog Divre Riau dan Kepri, Hendra kepada kru bertuahpos.com. “Sampai saat ini sudah 12.403 ton atau 70 persen dari pagu berjalan Januari hingga April yang kita salurkan untuk wilayah Riau dan Kepri,” katanya, Senin (04/04/2016).

Hendra menyampaikan saat ini masih ada sisa beras yang belum disalurkan sebanyak 5.140 ton dari total 17.543 ton selama pagu berjalan Januari hingga April. “Kita harapkan sampai akhir April ini bisa tersalurkan semua, 100 persen,” sebutnya.

Mengenai kendala dilapangan, Hendra menyebutkan belum ada yang berarti. Sejauh ini penjaluran rastra sudah baik dan lancar. “Tidak ada yang menganggu kali. Masih lancar,” katanya.

Baca: Perkenalkan Suhu dan Udara Kepada Siswa

Jumlah rastra yang dibagikan masih sama seperti tahun sebelumny yakni 15 kilogram untuk setiap Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTSPM) tiap bulan, dengan harga tebus Rp1.600 per kg. Untuk tahun 2016 pagu raskin atau rastra wilayah Riau masih sama seperti tahun sebelumnya yakni 40.978.080 kilogram untuk 227.656 RTS tersebar di 12 kabupaten dan kota di Provinsi Riau.

Saat ini Bulog Divre Riau dan Kepri masih memiliki stok beras yang cukup untuk menghadapi momen ramadhan atau lebaran. “Kita masih punya 28ribu ton beras yang ada di gudang. Kalau kita hitung masih cukup hingga enam bulan atau sampai September,” sebutnya.

Disamping itu Bulog memiliki beberapa titik pergudangan yang tersebar di kabupaten/kota baik Riau dan Kepri. Yakni Divre Riau dengan kapasitas 8000 ton, Kanlog Kampar 1000 ton, Sub Divre Tanjung Pinang 5000 ton, Sub Divre Dumai 14,500 ton, Kanlog Ranai -Natuna 2000 ton, Sub Divre Batam 4000 ton, sub divre Bengkalis 1.500 ton, Sub divre Tembilahan 1000 ton, dan sub Divre Rengat 1000 ton.

Selain itu untuk meredam kemunginan fluktuasi harga beras pihaknya sudah melaksanakan Operasi Pasar (OP) di depan Gedung Bulog. Harapannya masyarakat terutama yang ekonomi menengah ke bawah bisa memanfaatkan ini untuk memberli beras. “Kita jual kualitas premium, brokennya atau patahan beras 5 persen. Cuma Rp 9000 per kilogram, dan kita melihat antusias masyarakat tinggi,” katanya.

Penulis: Riki