• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Minggu, November 1, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Pengusaha Nilai Ekspor Bibit Bandeng Tak Perlu dilarang

Tim Redaksi by Tim Redaksi
14 Maret 2015
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Pengusaha nener dan budi daya bandeng menganggap wacana pelarangan ekspor nener tak diperlukan. Angka produksi nener lokal selama ini melebihi kebutuhan industri budi daya bandeng.

“Selisihnya jauh, bahkan kami hisa tingkatkan hingga tiga kali lipat,” kata perwakilan Pengusaha dan Masyarakat Pembibit Nener, I Ketut Gendise, dalam rapat kerja dengan Komisi Perikanan Dewan Perwakilan Daerah di Kompleks Parlemen, pada Kamis, 12 Maret 2015 seperti yang dilansir dari tempo.

Di Bali, menurut dia, dalam sehari sebuah tempat pembibitan dapat memproduksi hingga lima juta ekor per hari, dengan induk sebanyak 2.000-3.000 ekor. Kebutuhan nener dan bandeng lokal dalam sehari, maksimal mencapai sepuluh juta ekor per hari, baik untuk konsumsi maupun umpan. Ketut meyakini, alasan keterbatasan bibit bandeng tak dapat menjadi alasan untuk melarang ekspor.

Mumfaizin Faiz dari Asosiasi Pelaku Usaha Bandeng membenarkan hal ini. Ia mengatakan, di Bali bahkan terjadi penumpukan bibit karena masalah distribusi. “Justru kendalanya ada di distribusi,” kata dia. Bali sendiri merupakan penghasil nener terbesar, yang per tahunnya dapat memproduksi hingga satu miliar ekor. Namun, sulit untuk mengirimkan nener tersebut keluar dari daerah asalnya karena keterbatasan alat maupun waktu yang terlalu lama, yang dapat berdampak pada kematian.

Selain mengatasi masalah distribusi, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti pun diminta untuk memikirkan dampak pelarangan. Dengan pelarangan ekspor diperkirakan akan ada peningkatan stok bandeng yang menumpuk di gudang pengusaha. “Mau diapakan bandeng yang menumpuk itu?” kata dia. Nelayan pun akan turut terkena imbas karena pengusaha tak membeli bandeng mereka akibat gudang yang penuh.

Ketua Komisi Perikanan DPD Parlindungan Purba mengatakan akan mencatat saran dan keluhan dari pengusaha serta asosiasi ke Menteri Susi secara pribadi. “Mungkin setelah reses, secara pribadi akan saya usahakan bertemu,” kata dia.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sebelumnya mengemukakan akan melarang ekspor bibit bandeng. Ia berkeinginan memajukan industri bandeng Indonesia agar dapat mengalahkan Filipina, yang saat ini merupakan yang termaju di dunia. (sumber: tempo.co)

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Tak Hanya Cantik, Inilah 5 Manfaat Bunga Krisan untuk Kesehatan
Kesehatan

Tak Hanya Cantik, Inilah 5 Manfaat Bunga Krisan untuk Kesehatan

...

Read moreDetails
iQoo Z11S Bawa Baterai Raksasa dan Android 16, Segini Harganya

iQoo Z11S Bawa Baterai Raksasa dan Android 16, Segini Harganya

Rekomendasi Skincare Wardah untuk Mengatasi Flek Hitam, Wajah Auto Glowing

Rekomendasi Skincare Wardah untuk Mengatasi Flek Hitam, Wajah Auto Glowing

Sandiaga Uno didesak mundir dari gerindra

Sandiaga Uno Borong 9,5 Juta Saham MUTU Senilai Rp999 Juta

Puma Menghadirkan Sepatu Lari Tanpa Pelat dengan Teknologi Nitrofoam, Cocok untuk Easy Run

Puma Menghadirkan Sepatu Lari Tanpa Pelat dengan Teknologi Nitrofoam, Cocok untuk Easy Run

Inilah Tips Membedakan Busi Asli dan Palsu

Inilah Tips Membedakan Busi Asli dan Palsu

Next Post

Rupiah Masih Lemah, 'Wake Up Call' Jokowi

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.