BERTUAHPOS.COM, BUKITTINGGI – Pelari asal Kenya merajai podium dalam Lomba Lari 10K Bukittinggi Wisata Internasional di Bukittinggi, Propinsi Sumatera Barat, Minggu (8/11).
Dari tujuh atlet yang diturunkan Kenya, semua atlet itu menjadi juara. Untuk kategori elit internasional putra, Benard Mwendia Muthoni asal Kenya berada di podium puncak, dengan catatan waktu 31 menit 17 detik, disusul rekannya David Mutai yang juga dari Kenya, dengan catatan waktu 31 menit 44 detik.
Pada posisi ketiga juga ditempati atlet asal Kenya atas nama Collins Kipkokir Kimosop dengan catatan waktu 31 menit 52 detik, serta rekannya Charles Kipkokir Kisang yang masih dari Kenya di posisi empat, dengan catatan waktu 32 menit 23 detik.
Sementara atlet dari Jawa Barat, Indonesia atas nama Sailin harus puas di posisi ke lima dengan catatan waktu 35 menit 27 detik. Ini menunjukan, Sailin merupakan satu-satunya atlet dari Indonesia yang berhasil naik podium.
Tak hanya untuk putra, tapi kategori elit internasional putri, tiga atlet Kenya juga bertengger di podium teratas. Untuk posisi puncak diraih Peninah Jepkoec Kigen dengan catatan waktu 35 menit 29 detik, disusul Margareth Wangui Njunga diposisi kedua dengan catatan waktu 36 menit 49 detik, dan Issabela Kigen di posisi ketiga dengan catatan waktu 38 menit 12 detik.
Sementara di posisi ke empat diaraih oleh Rumini asal Banten dengan catatan waktu 42 menit 18 detik, disusul Eva dari Pariaman di posisi ke lima dengan catatan waktu 43 menit 03 detik, dan Qurratul Farida dari DKI Jakarta di posisi ke enam, dengan catatan waktu 55 menit 10 detik.
Lomba lari 10K Internasional 2015 diikuti lebih kurang 15 ribu pelari dari empat kategori, Internasional, Nasional, Umum dan Pelajar. Sejak diselenggaran kini iven bergengsi Bukittinggi ini sudah rutin dilaksanakan sejak 15 tahun lalu. Dimana sebelumnya sejak tahun 1984 sebenarnya kegiatan lomba lari sudah dilakukan tetapi sempat terputus-putus pelaksanaanya.
Selain pelari nasional dan lokal, lomba ini juga diikuti oleh atlet dari tiga negara lainnya, seperti dari Malaysia, Singapura dan Kenya, dengan jumlah total 17 atlet. (khatik)









