• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 30, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Pakar Amdal: Amdal Tidak Dipenuhi, Perusahaan Wajib Membayar Kerugian

Tim Redaksi by Tim Redaksi
16 Juni 2017
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Rusaknya tambak ikan arwana di Muara Fajar beberapa waktu lalu, dinilai banyak petani ikan akibat pengaruh pembangunan Jalan Tol Dumai-Pekanbaru. Menurut beberapa pengamat, apabila kejadian ini benar adanya, ini bisa diakibatkan oleh analisa dampak lingkungan (amdal) dari pengerjaan jalan tol tersebut.

Syarfi, salah seorang pakar analisa dampak lingkungan yang ada di Kota Pekanbaru mengatakan, semua komplain dari petani ikan harus memiliki bukti yang kuat. Beliau menjelaskan, setiap proyek telah memiliki dokumen yang telah dipresentsikan dan disahkan. Artinya sudah ada amdal yang matang.

Baca: Arwana Mati Muara Fajar Rencananya Ekspor ke Tiongkok dan Singapura

“Kita harus memiliki bukti yang kuat untuk mengklaim amdal. Kita harus ada dokumentasi kondisi tambak, sebelum adanya pembangunan dan sesudah adanya pembangunan Jalan Tol,” ujar Syarfi.

Namun beliau menegaskan, apabila rusaknya tambang tersebut benar dikarenakan pembangunan jalan tol tersebut, ini bisa menandakan bahwasanya perusahaan tidak mengimplementasikan isi dari dokumen amdal tersebut.

“Jika memang merugikan, perusahaan wajib membayar kerugian,” paparnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, puluhan ekor ikan arwana jenis golden miliki petani di Muara Fajar mati karena stres. Romi Adrian, salah seorang petani ikan arwana mengatakan, penyebabnya ialah diduga akibat lumpur buangan pembangunan Jalan Tol yang memenuhi seluruh dasar kolom. (bpc9)

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Soal Perkara Suhardiman Amby, KPK Pastikan Sudah di Tahap Penuntutan
Hukum Kriminal

Soal Perkara Suhardiman Amby, KPK Pastikan Sudah di Tahap Penuntutan

...

Read moreDetails
Segera Disidangkan, Kasus Dugaan Suap Suhardiman Amby Masuk Tahap II

Segera Disidangkan, Kasus Dugaan Suap Suhardiman Amby Masuk Tahap II

Tingkatkan Literasi Digital, BRK Syariah Bekali Pimpinan tentang Penggunaan AI

Tingkatkan Literasi Digital, BRK Syariah Bekali Pimpinan tentang Penggunaan AI

Harga dan Spesifikasi Mitsubishi XForce, SUV Kompak Tangguh dengan Fitur Canggih

Harga dan Spesifikasi Mitsubishi XForce, SUV Kompak Tangguh dengan Fitur Canggih

Sepatu Sneaker Puma Wanita Speedcat Croco Pakai Kulit Sapi 98,12%

Sepatu Sneaker Puma Wanita Speedcat Croco Pakai Kulit Sapi 98,12%

35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

Next Post

Inilah Proyek Infrastruktur yang Ditawarkan Luhut di Cina

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.