Pakar Amdal: Amdal Tidak Dipenuhi, Perusahaan Wajib Membayar Kerugian

Jumat, 16 Juni 2017 15:11

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Rusaknya tambak ikan arwana di Muara Fajar beberapa waktu lalu, dinilai banyak petani ikan akibat pengaruh pembangunan Jalan Tol Dumai-Pekanbaru. Menurut beberapa pengamat, apabila kejadian ini benar adanya, ini bisa diakibatkan oleh analisa dampak lingkungan (amdal) dari pengerjaan jalan tol tersebut.

Syarfi, salah seorang pakar analisa dampak lingkungan yang ada di Kota Pekanbaru mengatakan, semua komplain dari petani ikan harus memiliki bukti yang kuat. Beliau menjelaskan, setiap proyek telah memiliki dokumen yang telah dipresentsikan dan disahkan. Artinya sudah ada amdal yang matang.

Baca: Arwana Mati Muara Fajar Rencananya Ekspor ke Tiongkok dan Singapura

“Kita harus memiliki bukti yang kuat untuk mengklaim amdal. Kita harus ada dokumentasi kondisi tambak, sebelum adanya pembangunan dan sesudah adanya pembangunan Jalan Tol,” ujar Syarfi.

Baca: Nazaruddin: Pembayaran THR Jangan Sampai Telat

Namun beliau menegaskan, apabila rusaknya tambang tersebut benar dikarenakan pembangunan jalan tol tersebut, ini bisa menandakan bahwasanya perusahaan tidak mengimplementasikan isi dari dokumen amdal tersebut.

“Jika memang merugikan, perusahaan wajib membayar kerugian,” paparnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, puluhan ekor ikan arwana jenis golden miliki petani di Muara Fajar mati karena stres. Romi Adrian, salah seorang petani ikan arwana mengatakan, penyebabnya ialah diduga akibat lumpur buangan pembangunan Jalan Tol yang memenuhi seluruh dasar kolom. (bpc9)