• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Minggu, November 1, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Nasib Hutan Riau Bergantung Pada Tata Kelola Pemerintah

Tim Redaksi by Tim Redaksi
8 Mei 2015
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Direktur Pusat Studi Bencana Universitas Riau Haris Gunawan, meyakini bahwa nasib hutan Riau sangat bergantung pada tata kelola pemerintah.

Menurut Haris, baik pemerintah daerah maupun pusat mempunyai peran penting terhadap hal tersebut. Bentuk tata kelola yang bisa dilakukan berupa iplementasi di lapangan, sanksi serta pengawasan dan poin ini harus dimenjadi prioritas utama.

“Selain itu, kekuatan hukum dari moratorium tersebut harus lebih tinggi dari sekarang yang hanya berbentuk inpres,” katanya, Jumat (08/05/2015)

Menteri Kehutanan Siti Nurbaya memastikan bahwa pihaknya bersama kementerian terkait untuk memperpanjang moratorium hutan dan lahan. Walau begitu, kritikan terus mengalir atas moratorium yang dinilai tidak cukup tegas. (baca : Moratorium Lahan Statusnya Harus Ditingkatkan, Ini Jawaban Menteri LHK)

Haris mengatakan dari Peta Indikatif Penundaan Izin Baru (PIPIB) terhadap hutan primer dan hutan gambut dalam moratorium tersebut menunjukan angka cenderung menurun setiap tahun perpanjangannya.

Pengalaman sebelumnya luasan PIPIB memang cenderung berkurang. Sementara itu, moratorium yang identiknya sebagai penundaan izin industri pada lahan hutan primer dan hutan gambut di Riau, waktu idealnya harus di atas dua tahun. Sehingga jeda yang dibuat dapat lebih lama.

“Bicara jeda kita harus tau ada dimana dan mau menuju kemana, artinya kemana itu harus ada perbaikan,” tandasnya. (melba)

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita Kuansing

Nenek 75 Tahun Digigit Buaya Saat Cuci Piring di Sungai Kuantan, Luka Korban Dijahit 20 Jahitan

...

Read moreDetails
5 Tempat Makan di Pekanbaru yang Populer dan Enak, Harganya Terjangkau

5 Tempat Makan di Pekanbaru yang Populer dan Enak, Harganya Terjangkau

Tak Hanya Cantik, Inilah 5 Manfaat Bunga Krisan untuk Kesehatan

Tak Hanya Cantik, Inilah 5 Manfaat Bunga Krisan untuk Kesehatan

iQoo Z11S Bawa Baterai Raksasa dan Android 16, Segini Harganya

iQoo Z11S Bawa Baterai Raksasa dan Android 16, Segini Harganya

Rekomendasi Skincare Wardah untuk Mengatasi Flek Hitam, Wajah Auto Glowing

Rekomendasi Skincare Wardah untuk Mengatasi Flek Hitam, Wajah Auto Glowing

Sandiaga Uno didesak mundir dari gerindra

Sandiaga Uno Borong 9,5 Juta Saham MUTU Senilai Rp999 Juta

Next Post

KPK Akan Soroti Sumber Daya Alam Riau

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.