NASA Juga Menjelaskan Soal Lailatul Qadar

Minggu, 18 Juni 2017 13:07

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – National Aeronautics and Space Administration (NASA) juga menjelaskan soal Malam Lailatul Qadar. 

Lembaga pemerintah AS, yang bertanggungjawab terhadap penelitian di luar angkasa itu, mengakui ada satu malam sangat berbeda dengan malam lainnya pada saat 10 hari terakhir Ramadan. 

Pendapat ini, sekaligus jadi penjelasan ilmiah tentang malam Lailatul Qadar. Malam dengan kebaikan melebihi seribu bulan lainnya itu, dianggap suatu malam penting. Dan hanya ada pada saat bulan Ramadan. 

Lailatul Qadar bahkan menjadi salah satu keistimewaan Ramadan di antara banyak keistimewaan lain pada bulan ini. Bagi umat muslim di seluruh dunia, Lailatul Qadar adalah malam terbaik dan selalu dirindukan.

Baca: Harga Masker di Pekanbaru Melonjak Tinggi Hingga 5 kali Lipat

Keistimewaan malam Lailatul Qadar ada banyak dijelaskan dalam Al-Quran, hadis dan nash-nash lainnya. Yang pada intinya bahwa malam itu merupakan malam dengan penuh keberkahan. Lailatul Qadar sendiri tidak ubahnya seperti bonus Ramadan yang diberikan Allah SWT kepada manusia yang dikehendakinya. 

Baca: Beginilah Tamsil Datangnya Lailatul Qadar

Dalam sebuah riwayat menyebutkan, bahwa Lailatul Qadar merupakan malam peringatan turunnya Al-Quran ke dunia. Kapan waktu Lailatul Qadar, Allah merahasiakannya, supaya manusia sungguh-sungguh beribadah. 

Surat Kabar Delegation, Dr Abdul Basit Muhammad, seorang ilmuwan Mesir, yang membawa cerita soal penjelasan NASA soal Lailatul Qadar. NASA mengatakan ada satu malam di mana sebanyak 10 ribu lebih bintang dan lebih dari 20 ribu meteor yang biasanya menabrak Bumi tiba-tiba berhenti.

Penjelasan itu didapat Abdul Basit Muhammad dari seorang ilmuan NASA bernama Karnar. Karnar kemudian memutuskan masuk Islam sebagai mualaf. “Karnar dikeluarkan dari NASA karena menyebarkan informasi tanpa izin,” kata Abdul Basit. “Sehingga tidak ada bukti secara data dari pengakuan Karnar,” tambahnya. (lp6/bpc3)