BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Ramadhan sudah berlalu. Kini kita sudah berada di bulan Syawal. Dalam sebuah ayat Allah SWT berfirman: Apabila kamu telah selesai, maka berdirilah… (QS: Al-Isyirah: 94). Ada 2 pendapat para ulama mengenai tafsiran dari ayat ini
Pertama:Â bahwa makna dari ayat ini apabila kamu telah selesai melaksanakan urusan dunia kamu berupa mencari nafkah ataupun yang lainnya, maka berdirilah untuk akhiratmu, segeralah kamu lakukan kehidupan akhiratmu. Ini merupakan perkara yang Allah perintahkan. “Apabila kita telah mencari dunia, kemudian setelah itu kita segeralah mencari akhirat kita,” ujar ustaz Ibrahim dalam khutbahnya, Jumat, 14 Juni 2019.
Kedua: dari pendapat para ulama mengatakan bahwa yang dimaksud ayat ini artinya apabila kamu telah selesai beribadah, maka segeralah kamu bersiap-siap menuju ibadah berikutnya. Karena kehidupan manusia hendaknya tidak lepas dari ibadah dan ibadah. Apabila kita telah selesai shalat lima waktu misalnya, segera kita berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Setelah selesai berdzikir segera kita berpindah dari satu ibadah kepada ibadah berikutnya.
“Setelah kita selesai bulan Ramadhan, kita melaksanakan puasa sebulan penuh, segera kita pun melaksanakan puasa berikutnya yaitu puasa Syawal dan amalan-amalan shalih yang lainnya. Dan ini adalah pendapat kebanyakan para ulama tafsir. Dan dua pendapat tersebut sebetulnya tidak bertentangan sama sekali. Karena orang yang mencari dunia tiada lain adalah untuk mencari kehidupan akhirat apabila ia niatkan karena Allah SWT,” sebutnya.Â
Seseorang yang mencari nafkah, kalau ia tujuannya adalah untuk mencari nafkah yang Allah wajibkan kepada dia, untuk menafkahi anak dan istrinya maka itu menjadi pahala di sisi allah Subhanahu wa Ta’ala. Seorang yang melakukan perbuatan yang sifatnya duniawi, apabila itu memang tujuannya karena Allah, di jalan Allah dan sesuai dengan syariat Allah, maka itu bernilai ibadah di sisi Allah SWT.Â
Manusia, Allah ciptakan untuk ibadah. Maka kita berusaha untuk berpindah dari satu ibadah kepada ibadah berikutnya. Apabila kita telah selesai dalam ibadah mencari nafkah, kita berusaha mencari ibadah yang lainnya. Yaitu dengan berusaha banyak berdzikir kepada Allah, dengan shalat, dengan membaca Qur’an dan yang lainnya. Apabila kita telah selesai di bulan Ramadhan ini, Alhamdulillah. Dengan karunia dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, segera kita bersiap-siap menuju ibadah berikutnya. Yaitu berpuasa di bulan Syawal. Kemudian setelah Syawal, berikutnya kita akan menjelang bulan-bulan haram, Dzulhijjah, Dzulqa’dah dan Muharram. Tiga bulan haram yang sangat mulia di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang sangat diperintahkan kita untuk banyak berbuat kebaikan di dalamnya.
Betapa indahnya seorang Mukmin yang hidupnya tak lepas dari ibadah. Ketika ia telah selesai dari satu ibadah menuju ibadah berikutnya. Karena ibadah itu bukanlah sebatas kita hanya shalat, membaca Qur’an, tidak. Akan tetapi kata Syaikhul Islam, bahwa ibadah adalah: Setiap perkara yang dicintai oleh Allah berupa ucapan ataupun perbuatan yang tampak maupun yang tersembunyi, semua yang Allah cintai. (bpc3)Â









